Latest News

Showing posts with label Testimoni. Show all posts
Showing posts with label Testimoni. Show all posts

Wednesday, October 27, 2021

Ada Beberapa Testimoni Dan Nasihat Yang Sangat Perlu Diperhatikan Oleh Para Senior, Bagikan Berita Ini Untuk Menyelamatkan Teman Dan Saudara Yang Anda Kasihi

 
Gambar Ilustrasi Saja

*Ada Beberapa Testimoni Dan Nasihat Yang Sangat Perlu Diperhatikan Oleh Para Senior*,Atau Para Lansia Di Atas 50 ke Atas. Dan Bila Pembaca Ini Masih Muda, Tanggung Jawab Anda Untuk Menyampaikannya Kepada Saudara Atau Teman Saudara Anda Yang Sudah Lansia.
Tulisan Berikut Ini Sangat Bermanfaat Sekali Diperhatikan Oleh Mereka, *Agar Hidup Mereka Lebih Sehat Dan Bisa Berumur Panjang.*

*Sering terjadi pada Lansia beberapa perubahan*, umpamanya  perubahan nafsu makan jadi kurang berselera makan.Lalu gerak badan... jalan kaki jadi melemah.Badan rasanya jadi kurang bersemangat dan kurang berstamina.Hal inilah awal permulaan dari penyakit kebanyakan orang tua yaitu penyusutan dan pelemahan otot.

Seperti yg kita tahu... *penyebab utama kematian banyak orang tua di usia 65 tahun... bukanlah penyakit yg aneh.*
Tapi *penyebab utama kematian orang tua*... dimulai dengan *terpeleset* dan *jatuh*.
Entah di kamar..., di toilet.....
Hal ini berkaitan erat dengan *pelemahan otot* yg dialami orang tua... sehingga rawan jatuh.

Oleh karena itu secara pelan pelan kita tanpa sadar... mengalami penurunan fisik.
*Yg kita anggap sepele tapi hal itu membawa perubahan signifikan* pada tubuh 10 tahun mendatang.
Contoh sederhana... kita mulai sedikit makan...
kita mulai jalan tidak lincah
Jalan yg tadinya gesit ... jadi pelan.
Ini adalah awal tanda pelemahan otot. (_*lanjutkan baca nasihat di bawah ini penting sekali....*_πŸ‘³πŸ‘΅πŸ‘·πŸ‘ΈπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡)
*Ingat baik ya...*
*Umur 50 kita sudah mulai mengalami pelemahan otot 1-2%*.
Di *umur  60*... setidaknya *30% kita kehilangan otot badan*.
Dan diumur *80 tahun* ... otot kita *hanya tinggal 50 % dari total otot* kita saat muda.
Ini hanya bisa dicegah dengan dua hal utama.
Kuncinya adalah... makan dan olahraga (aktivitas fisik)
Dua hal ini harus  tetap kalian lakukan sebisa mungkin seberapapun tua umur kalian.

*Tetaplah makan yg cukup*... walaupun gigi sudah tidak sekuat dulu... dan nafsu makan juga sudah tak banyak... tetap makan.
Usahakan tidak hanya makan sayuran...
*Setidaknya telor dan daging harus rutin kalian makan* .
Karena itu pembentuk otot.
Dan juga *usahakan tiap hari terus berolahraga*.
Apapun jenis olahraganya, seringan apapun bukan masalah olahraganya.
Entah mau jogging... sepedaan... atau sekedar jalan santai.
Usahakan terus ada aktivitas  olahraga.
Dan jangan lupa berjemur sinar matahari + suplemen vitamin D yg cukup.
Orang tua sangat perlu vitamin D untuk mencegah keropos tulang dan pelemahan otot.
*Jangan andalkan matahari saja.*

*Beli suplemen vitamin D*.
Karena *kulit orang tua 80 sudah susah menyerap vitamin D dari matahari*.

*Terakhir yg penting* adalah... *usahakan para orang tua ada kegiatan ketemu dengan orang tua lain di luar rumah.*
Jangan seharian di rumah aja.
*Sekalipun kamu tidak punya banyak teman... anak anak pada repot semua*...
*Tetap lah keluar di hari yg cerah...carilah teman yg bisa diajak ngobrol* dan curhat Bareng... itu sangat penting bagi otak dan kesehatan.

*Semoga Testimoni Dan Nasihat Ini Dapat Berguna Bagi Keluarga Anda*. Silakan Bagikan, Karena Dengan Bergagi, Anda Telah Ikut Berpartisipasi Membantu Sesama Para Lansia.
Dan Ikuti Terus *NAUSKA* - Nasihat Usaha Dan Karya
****

*LAGU NOSTALGIA KENANGAN LAMA* 
*DISAAT KAU HARUS MEMILIH,JALAN2 KE KALIMANTAN*


Monday, February 1, 2021

Kisah Nyata Seorang Ayah, Mohon Bagikan Kepada Anak2 Anda Yang Masih Muda,Agar Mereka Sadar Sebelum Terlambat.


*KISAH NYATA SEORANG AYAH*
*Seorang AYAH tua menceritakan pengalamannya.* 

Aku memiliki tiga orang anak laki-laki, semuanya sudah menikah. 

Suatu kali aku mengunjungi anakku yang paling tua. Tujuanku pada waktu itu ingin menginap di rumahnya bersama keluarganya. 

Di sore hari aku meminta kepada istrinya air minum untuk dibawa kekamar, kalau mau minum dimalam hari. Lalu pada pagi harinya air minum itu aku tumpahkan ke atas kasur tempat tidurku semalam. 

Ketika ia datang mengantarkan sarapan pagi aku berkata kepadanya, "Ananda, beginilah kondisi kalau sudah tua. Semalam aku ngompol di atas kasur". 

Dengan spontan ia emosi dan marah. Aku mendengar kalimat kasar, pedas dan jelek meluncur tanpa rem dari mulutnya. Kemudian ia memerintahkanku untuk mencuci dan mengeringkannya kembali. Ia juga mengancamku agar tidak melakukan itu lagi, kalau tidak..... awas! 

Aku tahan kemarahanku, aku bersihkan tempat tidur itu dan aku keringkan kembali. 

Hari selanjutnya aku pergi ke rumah anakku yang kedua. Di sana aku juga melakukan hal yang sama. 

Meledak marah istrinya dan ia memperlakukan ku seperti yang dilakukan oleh istri anakku yang pertama. Bahkan ia melaporkan ku kepada suaminya. Anakku diam saja,  tidak memarahi istrinya dan tidak membelaku, 

Setelah itu aku memutuskan untuk meninggalkan mereka, dan selanjutnya aku pergi ke rumah anak bungsuku. 

Di rumah itu aku juga melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan di rumah dua orang saudaranya. 

Ketika istrinya datang mengantarkan sarapan pagi, aku beri tahu dia bahwa aku semalam ngompol di atas tempat tidur. 

Sambil tersenyum ramah ia berkata,: 
"Tidak apa-apa, Ini keadaan orang sudah tua. Dulu berapa sering suamiku ngompol  ketika dia masih kecil".

Kemudian ia bersihkan tempat tidur itu, ia keringkan dan ia beri wewangian. 

Siang harinya aku berkata kepadanya, "Aku punya seorang teman. Ia minta belikan perhiasan emas kepadaku, tapi aku tidak tahu ukurannya seberapa. Orangnya persis sebesarmu ini. Tolong berikan kepadaku ukuran tanganmu".

Setelah mendapatkan ukuran yang ia inginkan, orang tua itu pergi ke pasar membeli perhiasan emas yang banyak karena ia punya harta melimpah. 

Kemudian ia undang seluruh anak dan menantunya untuk datang ke rumahnya. Ia keluarkan seluruh perhiasan yang sudah ia beli lalu ia ceritakan perihal sebenarnya bahwa ia sengaja menumpahkan air di atas tempat tidur. Tidak ada ia ngompol waktu tidur. 

*Ia panggil istri anaknya yang paling kecil, lalu ia pasangkan perhiasan itu kepadanya. Ia berkata,: "Inilah anak mantuku tempat aku bersandar nanti ketika aku sudah semakin tua. Aku akan menghabiskan sisa-sisa umurku bersamanya".*

Hampir saja dua orang istri anaknya yang pertama dan kedua pingsan menahan malu dan sesal. 

*Selanjutnya AYAH Itu berkata kepada anak-anaknya : "Seperti inilah nanti perlakuan anak-anak kalian kepada kalian ketika kalian sudah tua. Bersiap-siaplah untuk menyesal pada hari itu sebagaimana menyesalnya aku atas letihnya aku mengasuh kalian waktu kecil."*

Kecuali adik kalian ini. Ia akan hidup bahagia dan akan menemui Tuhannya dalam keadaan gembira. Kalian berdua tidak mendapatkan hal seperti ini dari istri-istri kalian karena kalian tidak mendidik mereka tentang harga ORANG TUA
Salam Sehat and Sejahtera Selalu πŸ‘ͺ 
Have a Wonderfulday
πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™
πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉ

Sunday, January 17, 2021

Berita Terbaru Testimoni Manfaat Sambiloto Dari Dr Nyoman Suci Widyastiti,Dosen Dan Dokter Dari FK Undip Smrg, Silakan Bagikan Ke Saudara Anda.


Tulisan dari *Dr. Nyoman Suci Widyastiti, dosen.dan dokter* dari FK UNDIP Semarang.     
Cerita tentang sambiloto 
*Akhirnya berdasar request dari teman2 yang telah merasakan khasiat sambiloto* *untuk penyembuhan maupun pencegahan COVID-19* dan supaya saya tidak selalu mengulang cerita yang sama berulang2 ke orang2 yang menanyakan, maka saya menepati janji saya ke mereka bahwa saya akan bercerita di facebook saja dan akan saya setting public 😊

*Kisah awal mula mengenal sambiloto.*
Berawal dari sekitar 10 tahun yang lalu, saya mengalami haid yang sangat banyak seperti orang yang keguguran, sedemikian parah, sehingga seringkali lemas nyaris pingsan. Atas saran teman alumni S3 Unair angkatan 2008 Agus Sulistyono Ucok, maka saya periksa ke dokter kandungan dan dilakukan kuret untuk diagnosis, hasilnya ialah hiperplasia endometrium. Banyak alternatif terapi untuk kelainan yang sering pada 4 F (kalau nggak salah Female, Forty, Fat, fertile) tapi saya memilih terapi natural dan menghubungi teman seangkatan FK Undip 89, alumni S2 herbal UI : Dr. Prapti Utami, MSi. Prapti Utami Seingat saya ada 3 kapsul herbal yang diberikan : kunir putih, pegagan dan sambiloto. Saya suka lupa2 minumnya, bolong2 seingetnya.
*Hingga saat itu (sekitar 10 tahun yang lalu), ada wabah virus yang gejalanya merah-merah* di kulit, gatal cekit2 dan jari-jari bengkak sehingga kalau pakai cincin sulit dilepas.
Saat itu saya bersamaan dengan haid yang sangat banyak, sehingga baru inget untuk minum kapsul herbal. Setelah minum 3 jenis kapsul herbal tsb, dalam jelang waktu setengah jam, tau2 seluruh badan gatal cekit2 luar biasa. Gatal2 cekit2 terutama di kulit yang merah2 (karena infeksi virus). Wah, cekit2 gatalnya luar biasa, gak tertahankan. Tetapi setelah gatal2 cekit2 reda, merah2 di kulit berkurang diameternya, semakin mengecil dan badan terasa nyaman.
*Saya penasaran, dari 3 kapsul herbal tersebut*, yang mana yang mempunyai efek terhadap lesi / merah2 di kulit tersebut, *maka saya coba satu2 kunir putih, pegagan dan sambiloto*. Ternyata jawabannya ialah... *SAMBILOTO*.
*Maka saya minum sambiloto untuk mengatasi infeksi virus tersebut*. Tentu saja, dengan perjuangan menahan rasa gatal2 dan cekit2 luar biasa setiap minum sambiloto. Tetapi.. dengan ajaib, infeksi virus / lesi merah2 di kulit dengan cepat reda dan menghilang. *Saya minum sesuai dengan siklus obat anti virus, minum tiap 5 atau 6 jam*. *Asisten di rumah juga tertular infeksi virus tersebut dan saya beri* *sambiloto, dengan cepat sembuh*.(*teruskan baca testimoni menarik dan perlu di bawah ini ...*πŸ‘΄πŸ‘΅πŸ‘ΆπŸ‘·πŸ‘‡ )
Sejak saat itulah saya menyadari bahwa sambiloto mempunyai efek anti virus dan mulai saya sediakan di rumah. Setiap badan kerasa enggak enak, meriyang greges2, linu2, yang curiga infeksi virus atau influenza, saya dan keluarga minum sambiloto 2 kapsul dan biasanya flu reda atau tidak jadi flu. Jadi sudah sekitar 10 tahun, selalu ada stok sambiloto di rumah.

Kemudian pengalaman saya dalam menggunakan sambiloto untuk infeksi virus / penyakit lain dimulai ketika ada residen yang sakit flu tulang (chikungunya) yang parah. Saya beri sambiloto dan sembuh. Ada ortu residen yang sudah sembuh dari flu tulang bertahun2 yang lalu, tetapi masih linu2 di sendi tidak sembuh2 dengan berbagai terapi. Saya sarankan minum sambiloto, dan... hilang nyeri2nya, tidak kambuh2 lagi.
Kemudian analis lab di kantor, sudah menikah hampir 3 tahun, belum punya anak. Suaminya TNI, dinas di Papua dan terkena infeksi malaria yang sering kambuh2 parah. Akhirnya saat balik ke Semarang, dirawat di RST karena sakit parah, malaria dan hepatitis. Saya teringat jurnal / publikasi rekan2 di Unair, bahwa sambiloto merupakan terapi malaria, maka saya bawakan sambiloto ke RST dan Alhamdulillah suami analis saya berkenan minum sambiloto. Malaria sembuh dan hingga saat ini tidak kambuh2 lagi. Disusul kabar gembira, beberapa bulan kemudian analis lab saya hamil anak pertama. Anugrah setelah sang suami terbebas dari malaria dan hepatitis. Colek Rizky Dyas Afriyana.

Setelah itu saya pernah menggunakan sambiloto pada anak sy yang sakit cacar air, teman yang sakit DHF, kerabat yang sakut herpes, anak teman yang hepatitis dll. Intinya saya sarankan pada sakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Bagi saya itu bagian dari ikhtiar. Saya tidak menyarankan untuk meninggalkan obat medis yang diberi oleh dokter yang merawat. Saya hanya sampaikan, bila berkenan minum sambiloto, beri jarak paling tidak 1 jam dari obat medis... Alhamdulillah, yang minum sambiloto tersebut merasakan efek yang positif.

Saat era pandemi covid ini, saya juga mulai agak rajin lagi minum sambiloto. Sebagai suplemen daya tahan tubuh.
Sampai suatu hari saya mendapat kabar, sahabat saya, sesama dokter spesialis Patologi Klinik, diantar ambulans dirujuk dari RSUD ke RSUP Dr. Kariadi Semarang karena terinfeksi Covid. Beliau sudah pensiun, pernah pasang stent (ring) jantung, hipertensi dan profil lipid jelek. Panik lah saya. Saya sangat cemas dan takut kehilangan teman saya tersebut. Saat itu awal2 pandemi COVID. Belum banyak yang paham dan terapi saat itu juga masih meraba2 karena jenis virus baru. 
Saya nekad mengirim sambiloto. Titip ke perawat ruang isolasi. Saat itu ruang isolasi sangat ketat, petugas dengan hazmat lengkap, tertutup berlapis2 dan hanya masuk ruang isolasi pada jam2 tertentu. Alhamdulilah, bisa titip sambiloto ke perawat saat operan jaga dan.. alhamdulillah sahabat saya koq ya manut, menurut, minum sambiloto tersebut sesuai anjuran saya.
Saya deg2an setiap hari memantau kondisi sahabat saya, dan... alhamdulillah tidak ada gejala berat dan swab negatif dan boleh pulang. Bahagiaaa rasanya...

Sejak itulah saya menyarankan, dan membagikan sambiloto ke teman2 yang terpapar covid. Bagian dari ikhtiar pengobatan. Beberapa berkenan minum, sebagian tidak yakin dan tidak mau minum dan.. beberapa baru mau minum sambiloto setelah kehilangan keluarganya...

Berdasar testimoni teman2 yang minum sambiloto, yang covid positif tanpa gejala maka hasil swab evaluasinya cepat menjadi negatif. Bila ada gejala, maka gejalanya tidak berkembang menjadi parah dan kemudian perlahan gejala hilang dan sembuh. Ada dua testimoni bahwa ada pasien yang perlu plasma konvalesen, namun sebelum mendapat terapi plasma konvalesen minum sambiloto, kondisinya membaik dan batal mendapat terapi plasma konvalesen...
Ayo ayoo teman2 yang sudah minum sambiloto atau merekomendasikan sambiloto ke teman2nya silahkan komen testimoninya ya... Saling share pengalaman untuk informasi ke teman2 yang lain.
Colek Ahmad Zumaro Yekti Hediningsih Meniek Ifsha Minto Rahaju Tamti Susetyo Esti Handayani Muhammad Pratiknyo Yanti Omahmanten Souvenir Emi Hidayati Rosita Indriani Siti Khoiriyah Monika Wati  Birhasani Kusasi Birhasani Kusasi Firdausy Ima Aviani Tritanti Venusia Muslimah Imus Peni Mamanya Pritania dll.

Oh ya, enggak lengkap dong, ceritanya kalau saya tidak cerita pengalaman / testimoni saya sendiri..

Akhir Desember 2020
Berawal dari suami dari salah satu teman sejawat (dokter) di tempat kami terkonfirmasi positif Covid. Maka dilakukan tracing ke teman saya dan keluarganya yang ternyata konfirm positif. Dilanjut tracing ke dokter2 yang lain dan juga residen yang selama ini kontak erat.
Hasi;nya mengejutkan
Dari 11 residen yang ditracing, 10 orang hasil swabnya positif covid !!!!
Saya sebagai KPS rasanya langsung lemes prepet2 rasanya kaget mau pingsan. Panik banget, memikirkan residen sedemikian banyak yang positif. Langsung saja koordinasi untuk isolasi mandiri. Yang rumah di Semarang dan rumah memungkinkan isolasi mandiri, maka isolasi mandiri di rumah, sebagian isolasi mandiri di Hotel Kesambi, sebagian (dengan koordinasi satgas COVID)  isolasi mandiri di Diklat Srondol dan 1 orang langsung masuk IGD dan rawat inap oleh karena banyak komorbid (obese morbid, hipertensi, diabetes dan dislipidemia, kost sendirian).
Setelah beres urusan isolasi mandiri rombongan besar itu, barulah saya sadar, bahwa... selama ini residen bersepuluh itu selama ini 'mengerubuti' saya. Bahkan pada hari mereka diswab, seharian dari pagi sampai sore mereka bersama saya karena menyelesaikan hasil bone marrow aspiration, konsul di mikroskop multiokuler bareng2 (pakai masker, tapi di ruangan tertutup) dan diskusi sampai sore jam 17.00, oleh karena jelang cuti bersama tahun baru, hasil lab harus segera keluar. Dan.. keesokan paginya.. hasil lab residen2 tersebut... positif. Gubraag.
Semua mata tertuju ke saya. Residen pun was2 memikirkan saya. Daan ... saya langsung ditelpon petugas satgas COVID RS untuk besok pagi2 swab PCR. Deg2an.
Sambil menunggu jadwal swab, saya periksa rapid antigen di lab swasta. Hasilnya negatif. Ayem dan.. takjub.
Keesokan paginya swab PCR di IGD RSUP Dr. Hariadi. Hasil swab PCR pertama ... negatif. Hasil Swab kedua.. negatif.
Tentu heran dan takjub serta... bersyukur.
Saya sempat bercanda ke residen. Untung saya negatif, kalau saya positif, tentu semua orang berpikir dosennya nulari mahasiswa2nya. Nggak ada yang berpikir bahwa mahasiswa2nya lah yang rame2 menulari dosennya πŸ˜….
Tadinya saya enggak 'ngeh' kenapa saya negatif.
Tetapi.. saat saya was2 menunggu hasil PCR, beberapa teman WA saya, testimoni bahwa mereka selama ini hasil swab negatif walaupun selalu kontak erat dengan pasien atau saudara yang positif. Bahkan ada yang tim analis lab yang bertugas swab dan PCR hasil swab rutin negatif, ada 2 yang positif dan yang 2 itu ialah yang tidak minum sambiloto. Colek Inge Kusumaningdiyah.
Salah satu residen saya bertemu pasca saya swab pertama. Hasil swab dia negatif, sedangkan sahabat yang stase bareng positif (karena mudik Natal). Residen yang negatif itu cerita bahwa dia minum sambiloto, sesuai anjuran saya. Alasannya sepele "saya takut koq, Dok. Saya punya asma, padahal stase di Labkesda yang tugas bantu swab dan ngerjakan PCR, jadi saya minum sambiloto seperti anjuran dokter". Lhaaa... ternyata dia negatif saat sahabatnya, teman makan bareng2 - positif. 
Anak2 saya malah mengejek saya... "ibu itu koq masih meragukan sambiloto padahal selalu anjurkan orang minum sambiloto'. He he...
Testimoni berlanjut dengan teman saya dan anaknya yang hasil rapid antigen dan swab PCR negatif padahal istrinya positif. Juga sopir saya dn anaknya yang rapid antigen negatif padahal istinya positif. Si istri2 itu tidak minum sambiloto, di saat suami dan anaknya minum sambiloto.
Istri2 itu kemudian minum sambiloto dosis pengobatan selama 4 atau 5 hari dan... pagi ini hasil rapid antigen negatif. Boss dari istri teman saya tidak percaya kalo bisa cepat negatif. Besok pagi dijadwalkan swab PCR, kita tunggu hasilnya ya, he he. Colek Agung Sugiharto

Kembali ke 11 residen saya yang positif covid. Mereka kemudian minum sambiloto. Saya tidak memaksa mereka minum sambiloto. Saya cuma sarankan minum sambiloto sebagai ikhtiar, dan kalau nggak mau ya gak apa2, karena saya malah jadi punya pembanding, bagaimana kesembuhan respon sambiloto pada kelompok yang minum sambiloto dibanding yang tidak minum sambiloto. Lhaaa... ternyata nggak ada residen yang enggak minum sambiloto. Mereka semua memilih minum sambiloto.
Dan... deg2an saat swab evaluasi pertama... hasil swab PCR.. negatif.
`Semua residen lega bahagiaaa. Termasuk yang dirawat di RS juga hasil swab evaluasi pertama langsung negatif.
Dan semua orang pada tanya2, apa rahasianya koq semua serentak langsung bisa negatif πŸ˜‰πŸ™‚.

Bagi saya, minum sambiloto ialah bagian dari ikhtiar.
Dulu sempat ingin meneliti dan sudah sempat ke Lembaga Molekuler Eijkman untuk penjajagan riset karena untuk pembuktian efek anti virus harus kultur virus dan dipaparkan dengan sambiloto. Tapi perjalanan hidup saya telah mengalihkan saya dari bidang keilmuan imunologi ke hematologi sehingga ide tersebut pupus. Saat ini teknologi lebih canggih dan riset virus bisa dilakukan penelitian in silico.
Riset awal juga membuktikan khasiat sambiloto untuk penanganan COVID-19.. Silahkan googling : sambiloto (Andrographis panniculata) dan COVID-19 atau SARS-CoV-2.

Oh ya, tentu saja... minum sambiloto tidak berarti membuat kita mengabaikan penanganan yang paling utama dari COVID-19 : 5M
Menjaga jarak
Memakai masker
Mencuci tangan
Menghindari kerumunan
Mengurangi mobilisasi
Karena hal tersebut sangat penting untuk mencegah penyebaran virus dan membantu agar pandemi segera reda atau berakhir.

Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua.
Terima kasih untuk para sahabat yang memotivasi dan mendorong saya untuk menuliskan cerita saya ini.
Semarang, 16 Januari 2021
Nyoman Suci Widyastiti
*Catat: Semua Video Disini Sudah Dibuat Anti Intrupsi Iklan.*
*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*




Monday, January 4, 2021

Homeless Man Finds A Woman's Wedding Ring, Ending Is Shocking,Tuhan Akan Membalas Kebaikan Anda,Dengan Cara Luar Biasa !!!

Homeless Man Finds A Woman's Wedding Ring, Ending Is Shocking,Tuhan Akan Membalas Kebaikan Anda,Dengan Cara Luar Biasa !!! Lihat Sampai Tuntas 
Apa Yang Anda Taman, Lambat Atau Cepat Anda Akan Tuai.

Tuesday, December 15, 2020

Friday, April 3, 2020

Jepang Normal,Sedang Dunia Lain "mati"


*Mengapa Jepang tetap normal ketika seluruh dunia seakan “mati”*

Berikut di bawah ini adalah rangkuman pengalaman seorang India yang sedang belajar di Jepang.

Jepang adalah negara pertama yang terkena dampak Covid-19 pada bulan Januari melalui kapal mewah Princess Diamond.  Namun, di Jepang semuanya berjalan normal sampai hari ini. Masyarakat pergi ke kantor setiap hari. Tidak ada restoran dan mal yang ditutup. Transportasi umum beroperasi secara normal. Semua perbatasan internasional tetap dibuka. Jepang memiliki jumlah manula yang tinggi seperti Italia. Tokyo memiliki jumlah orang asing terbanyak. Orang asing masih diizinkan masuk. Yang dihentikan hanyalah sekolah dan acara publik. Di negara lain, _lockdown_ menjadi jalan keluar untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Tokyo adalah kota paling padat di dunia. Bagaimana cara mengontrolnya? Kehidupan berjalan normal seperti biasanya.

*Mengapa?*

Aturan yang disarankan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah dipraktikkan oleh orang Jepang sejak kecil.

*1. Orang Jepang memakai masker saat mereka bepergian atau keluar*

Sekitar 60% orang Jepang memakai masker setiap hari pada hari-hari normal. Mereka juga selalu memakai masker ketika merasa tidak enak badan. Kebiasaan ini sangat membantu menghentikan penyebaran virus. Biasanya setiap orang yang menghadapi masyarakat umum seperti resepsionis, petugas pemerintah, dokter, perawat, kepala stasiun, staf kereta api, polisi, petugas kebersihan, dll mengenakan masker setiap hari di tempat kerja.  Selama musim dingin anak-anak mengenakan masker setiap hari sehingga mereka tidak mengganggu orang lain ketika terserang flu. Di setiap rumah di Jepang tersedia masker untuk anak-anak dan orang dewasa.

*2. Orang Jepang menjalani kehidupan berdasarkan prinsip tidak boleh mengganggu orang lain*
Orang Jepang tidak membuang sampah sembarangan.  Kebersihan adalah bagian dari budaya mereka. Mereka diajari bagaimana menjaga bersih dan bagaimana berperilaku di tempat umum sebelum belajar huruf di sekolah.

*3. Orang Jepang tidak berjabat tangan tetapi menundukkan kepala untuk menyapa orang lain*

*4. Mencuci tangan adalah bagian dari budaya Jepang*

Ada sabun dan pembersih tangan (hand sanitizer) di toilet umum, pintu masuk kantor, dan ruang publik lainnya.  Menggunakan pembersih tangan cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus.

*5. Di toilet orang-orang selalu mencuci tangan mereka*
Selain itu mereka juga membersihkan dan menyeka area wastafel agar orang berikutnya yang menggunakan wastafel tersebut merasa nyaman. Itu adalah kebiasaan yang dipraktikkan secara otomatis, termasuk di tempat umum.

*6. Orang Jepang membawa tisu basah untuk membersihkan tangan mereka saat mereka keluar*

 *7. Orang Jepang terbiasa menjaga jarak sosial dengan siapa saja*

_Kebiasaan yang ditanamkan sejak kanak-kanak  dan sudah terinternalisasi sebagai bagian dari kepribadian tersebut membentuk budaya yang dipraktikkan secara sempurna setiap hari._

*Hal baik yang patut dipelajari dari Jepang*

Jepang Tetap Normal Yg Lain Geger


Mengapa Jepang tetap normal ketika seluruh dunia seakan “mati”*

Berikut di bawah ini adalah rangkuman pengalaman seorang India yang sedang belajar di Jepang.

Jepang adalah negara pertama yang terkena dampak Covid-19 pada bulan Januari melalui kapal mewah Princess Diamond.  Namun, di Jepang semuanya berjalan normal sampai hari ini. Masyarakat pergi ke kantor setiap hari. Tidak ada restoran dan mal yang ditutup. Transportasi umum beroperasi secara normal. Semua perbatasan internasional tetap dibuka. Jepang memiliki jumlah manula yang tinggi seperti Italia. Tokyo memiliki jumlah orang asing terbanyak. Orang asing masih diizinkan masuk. Yang dihentikan hanyalah sekolah dan acara publik. Di negara lain, _lockdown_ menjadi jalan keluar untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Tokyo adalah kota paling padat di dunia. Bagaimana cara mengontrolnya? Kehidupan berjalan normal seperti biasanya.

*Mengapa?*

Aturan yang disarankan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah dipraktikkan oleh orang Jepang sejak kecil.

*1. Orang Jepang memakai masker saat mereka bepergian atau keluar*

Sekitar 60% orang Jepang memakai masker setiap hari pada hari-hari normal. Mereka juga selalu memakai masker ketika merasa tidak enak badan. Kebiasaan ini sangat membantu menghentikan penyebaran virus. Biasanya setiap orang yang menghadapi masyarakat umum seperti resepsionis, petugas pemerintah, dokter, perawat, kepala stasiun, staf kereta api, polisi, petugas kebersihan, dll mengenakan masker setiap hari di tempat kerja.  Selama musim dingin anak-anak mengenakan masker setiap hari sehingga mereka tidak mengganggu orang lain ketika terserang flu. Di setiap rumah di Jepang tersedia masker untuk anak-anak dan orang dewasa.

*2. Orang Jepang menjalani kehidupan berdasarkan prinsip tidak boleh mengganggu orang lain*
Orang Jepang tidak membuang sampah sembarangan.  Kebersihan adalah bagian dari budaya mereka. Mereka diajari bagaimana menjaga bersih dan bagaimana berperilaku di tempat umum sebelum belajar huruf di sekolah.

*3. Orang Jepang tidak berjabat tangan tetapi menundukkan kepala untuk menyapa orang lain*

*4. Mencuci tangan adalah bagian dari budaya Jepang*

Ada sabun dan pembersih tangan (hand sanitizer) di toilet umum, pintu masuk kantor, dan ruang publik lainnya.  Menggunakan pembersih tangan cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus.

*5. Di toilet orang-orang selalu mencuci tangan mereka*
Selain itu mereka juga membersihkan dan menyeka area wastafel agar orang berikutnya yang menggunakan wastafel tersebut merasa nyaman. Itu adalah kebiasaan yang dipraktikkan secara otomatis, termasuk di tempat umum.

*6. Orang Jepang membawa tisu basah untuk membersihkan tangan mereka saat mereka keluar*

 *7. Orang Jepang terbiasa menjaga jarak sosial dengan siapa saja*

_Kebiasaan yang ditanamkan sejak kanak-kanak  dan sudah terinternalisasi sebagai bagian dari kepribadian tersebut membentuk budaya yang dipraktikkan secara sempurna setiap hari._

*Hal baik yang patut dipelajari dari Jepang*

Email : fellyginting95@gmail.com

Name

Email *

Message *