Latest News

Showing posts with label Nasihat. Show all posts
Showing posts with label Nasihat. Show all posts

Tuesday, November 9, 2021

Makna Dan Nasihat Para Pahlawan Nasional Sangat Penting Kita Baca Dan Hayati Dalam Kehidupan Bernegara Di Indonesia

*"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya".Ir.Soekarno*
Makna Dan Nasihat Para Pahlawan Nasional Sangat Penting Kita Baca Dan Hayati Dalam Kehidupan Bernegara Di Indonesia

Inilah Pesan 17 Orang Pahlawan Nasional Yang Mungkin Bisa Kita Contoh Dalam Kehidupan Kita Sebagai Warga Negara Republik Indonesia.(Mungkin Ada Pahlawan Nasional Yang Belum Di Kutip Di Dalam Artikel Ini )

Berikut pesan perjuangan pahlawan nasional, dikutip dari kemensos.go.id:

1. Pesan Pahlawan Nasional Abdul Muis

"Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang".

(Menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI).

2. Pesan Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara

Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi contoh)

Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah memberi semangat)

Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan)


(Semboyan yang diajarkan saat Ki Hajar Dewa ntara merintis Taman Siswa yang didirikan pada tahun 1922 dan hingga kini masih dipakai dalam dunia pendidikan).

3. Pesan Pahlawan Nasional Dokter Cipto Mangunkusumo

"Hari kemudian dari pada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang, hari sekarang itu ialah kamu, hari Generasi Muda!"

4. Pesan Pahlawan Nasional Tjut Nyak Dien

"Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan".

5. Pesan Pahlawan Nasional Gubenur Suryo

"Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali".

(Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya)

6. Pesan Pahlawan Nasional R.A. Kartini

"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "Aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung".

7. Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman

"Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”.

(Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya).

8. Pesan Pahlawan Nasional Prof. Moh. Yamin, SH

"Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri".

(Disampaikan pada konggres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, di mana ia menjabat sebagai sekretaris).

9. Pesan Pahlawan Nasional Pattimura

"Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit".

(Disampaikan pada saat akan digantung di Kota Ambon tanggal 16 Desember 1817).

10. Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang

"Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya".

(Disampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah).

11. Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif

"Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama".

(Disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, di mana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera).

12. Pesan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai

"Kami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita - cita tercapai".

(Surat I Gusti Ngurah Rai kepada Letnan Kolonel Termeulen, seperti tersalin dalam Bali Berjuang).

13. Pesan Pahlawan Nasional Supriyadi

"Kita yang berjuang jangan sekali - kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi".

(Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan Pemerintah Jepang).

*14.Pesan Pahlawan Nasional Ir.Soekarno*

*"Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia".*

*"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya".*

(Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

"Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka".

(Pidato HUT Proklamasi 1963)

"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri".

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah".

15. Pesan Pahlawan Nasional Moh. Hatta

"Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita".

"Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi".

16. Pesan Pahlawan Nasional Silas Papare

"Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku".

(Disampaikan pada saat memperjuangkan Irian Barat / Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI).

17. Pesan Pahlawan Nasional Bung Tomo

"Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan".

(Pidato Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan)

"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga".

(Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945) .

_(Source:Kemensos go id dan Tribunnews com/Katarina Retri)_
*NAUSKA* - Nasihat Usaha Dan Karya

Tuesday, March 30, 2021

Hal-Hal Yang Mungkin Anda Belum Tahu, Tapi Perlu Tahu. Praktis dan Berguna Dalam Kehidupan Sehari-Hari,Share Ke Handaitaulan Anda Biar Paham

*HAL2 YG MUNGKIN ANDA BELUM TAHU, TAPI PERLU TAHU !*
*PRAKTIS DAN BERGUNA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI*
🐜  Permasalahan dg semut:
       *Semut benci timun.* 
       TARUH kulit ketimun di dkt tempat2 yg ada semut atw di lubang semut.   

 ðŸŽ†  Utk mengkilapkan kaca:
        "Bersihkan dg Sprite"

  💨 Utk melepas permen karet dari baju:
        "Taruh bajunya di dlm freezer selama satu jam"

💭   Utk memutihkan baju:
        "Rendam baju putih di dalam air hangat bersama dg seiris lemon selama 10 menit" 

 ðŸ™‡  *Utk menghasilkan rambut yg berkilau:* 
        "Beri satu sendok teh cuka (vinegar) ke rambut kemudian cuci rambutnya"

 ðŸ‹  Utk mendapatkan jus perasan sebanyak2nya dari lemon:
        "Rendam lemon di air hangat selama sejam kemudian baru diperas"

🍞  Utk menghindari bau kol ketika memasak: 
       "Taruh sepotong roti di atas kol di dlm wadahnya ketika memasak"

👕  Menghilangkan tinta dari baju:
       "Kasih odol 🍥agak banyak di bagian bertinta dan biarkan sampai bnr2 mengering, baru setelah itu dicuci"

 ðŸ€  *Utk menyingkirkan tikus:* 
       "Tabur lada hitam di tmpt2 yg ada tikusnya. Mereka akan kabur"

🍸 Minum air putih sblm tidur..
       "Sekitar 90% dari serangan jantung terjadi di dini hari dan resiko ini bs dikurangi dg meminum satu atw dua gelas air putih sblm tidur di malam hari"

💐 Kita tahu air itu penting tp kita tdk pernah tahu ttg saat2 tertentu kita harus minum.. 

💦 *Meminum air di waktu-waktu yg tepat* ⏰ memaksimalkan khasiatnya utk tubuh manusia :

      1⃣  1 gelas air putih ketika bangun tidur - 🕕⛅ membantu mengaktifkan organ2 dalam..
       2⃣  1 gelas air putih 30 menit  🕧 sblm makan - membantu pencernaan..
       3⃣ 1 gelas air putih sblm mandi 🚿 - membantu menurunkan tekanan darah.
       4⃣ 1 gelas air putih sblm tidur - 🕙 menghindarkan dari stroke dan serangan jantung.

🃏 *Pepatah mengatakan:*
      *'Ketika seseorang berbagi sesuatu yg bermanfaat dan kamu mendptkan manfaat dari itu maka kamu punya obligasi moral utk membagi hal itu juga ke org lain.'*

Saya telah melakukan obligasi saya...😄 🏁_🐎_____ _🐢...
*kirim NASIHAT dari Ini OK ke tiga WAG dan lihatlah keajaibannya. Si kura2* akan menyusul kudanya...
NAUSKA - Nasihat Usaha Dan Karya

Tuesday, February 23, 2021

Kerendahan Hati Dan Tak Ada Yang Bisa Menghalangi Presiden Jokowi Untuk Mengsejahterakan Bangsa Indonesia.

*Kerendahan Hati Dan Tak Ada Yang Bisa Menghalangi*
*Presiden Jokowi Untuk Mengsejahterakan Bangsa Indonesia.*
Tak ada yang bisa menghalangi Presiden Jokowi untuk mensejahterakan bangsa Indonesia dan langsung meninjau ke lapangan, melihat kesesuaian kebijakan, program dan realitas. Hujan deras di Sumba Tengah pun diterobos Presiden Jokowi

*Teruskan Baca Artikel, Kesan Dan Pesan Seorang Romo Di bawah ini Sangat Menarik *
👪👇👇👇
Di kesempatan Lain Jokowi Memakai Baju Hujan Seperti Rakyat Biasa Pakai
sehari-hari, baginya tidak ada yang diistemakan.

*Berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang Jokowi*
*Oleh :  Romo Yans Sulo*:
=Remah-remah dari 'cielito lindo' (surga kecil) Makale=
*(Joko Widodo, manusia langka yang dilahirkan di Asia)*

*Para sahabat, Anda jangan memberiku predikat "kampanye" ketika aku menyorot nama* presiden Republik Indonesia (Jokowidodo), Karena mamang aku sedang tidak untuk kampanye. *Tetapi aku hanya ingin belajar daripadanya bagaimana hidup bersama*. Bukan belajar membangun puluhan ribu kilo meter jalan raya dari Sabang sampai Merauke. Bukan pula belajar membangun bandara dan sumber energy. Bukan belajar bagaimana menjadikan bangsa ini pemilik tambang emas di Papua yang berpuluh-puluh tahun dibungkus oleh bangsa asing dengan nama tambang "tembaga". Bukan belajar bagaimana menyamakan harga bensin yang sama dari Sabang sampai Merauke. Bukan pula belajar bagaimana membangun rel kereta api dan atau membangun bendungan dan pasar tradisional yang membantu rakyat negeri ini merai kesejahteraannya.

*Aku hanya ingin berguru kebajikan daripadanya.* Iya, berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang manusia langka yang terlahir di negeri ini.
*Aku ingin belajar melihat manusia sebagai mahluk yang luhur dan mulia.*
Aku ingin belajar memberikan hak kepada yang memiliki hak dan belajar menuntut kewajiban bagi mereka yang memiliki kewajiban.
*Aku ingin belajar bagaimana keluar dari zona aman, dengan menjadikan diri sebagai rahmat* bagi sesama.

*Belajar menahan godaan nafsu kekayaan di tengah zaman keserakahan.*
*Belajar ugahari di tengah negeri yang berlimpah susu dan madunya.*
*Serta aku ingin belajar bagaimana menjadi manusia yang beriman, jujur, bersih, rendah hati,* dan kesatria, *sebagaimana yang diajarkan oleh leluhur kami manusia Toraja sendiri:* 
*"Lobo'ko ammu kasalle, manarangko ammu kinaya, bidako ammu barani. Langngan-langngan oi sangbara'mu membulean pole' oko. Ammu tang disirantean, tenko to pasareongan".*
(_*teruskan baca pesan menarik di bawah ini...*_ 😇👇
https://nasihat.iniok.com/2021/02/kerendahan-hati-dan-tak-ada-yang-bisa.html
Jokowi, sebuah nama yang lagi menjadi perbincangan seantero dunia. Nama yang seolah-olah mengakar dalam kedamaian di hati rakyat negeri ini. Nama yang tidak angker dan sekeramat nama-nama para penguasa yang lain di muka bumi, namun karya-karyanya mewarnai seluruh sudut nusantara. Namun aku tidak ingin berguru soal nama, pun pula tidak soal karya-karyanya. Tetapi aku ingin berguru daripadanya soal kebajikan dan kebijaksanaannya.

Ia dicacimaki namun tidak merasa sakit.
Dihina namun tidak merasa hina dan marah.  Difitnah namun tetap tersenyum.
Direndahkan namun semakin bersinar bagaikan bintang kejora.
Di"kafir"kan namun semakin beriman.
Dibenci namun semakin dicintai.

Aku sungguh-sungguh kagum kepadanya. Dalam hati aku bertanya, mahaguru seperti apakah yang telah mendidiknya bisa "hadir" seolah-olah seorang nabi.
Aku sungguh-sungguh kagum kepadanya. Dan sekali lagi dalam hati bertanya,  rahim seperti apakah yang telah mengandungnya sehingga dia bisa "lahir" bagaikan manusia ajaib, yang sanggup membalas cacian dengan pujian, membalas hinaan dengan doa sucinya, membalas fitnahan dengan canda tawanya.
Sungguh,  aku sungguh-sungguh kagum kepada pribadinya yang agung dalam kesederhanaan. Dia yang tidak larut dalam pujian ketika disanjung, dan tetap tegar penuh semangat bekerja ketika direndahkan. Kagum kepadanya bagaimana ia memilah dan memilih para menterinya yang sungguh-sungguh memiliki hati untuk bangsa ini, dan tidak segan-segan memecat para pecundang bangsanya saat mulai menunjukkan tanda-tanda tidak becus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Aku lalu berpikir, mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia yang sungguh selesai dengan persoalan dirinya, yang tidak lagi berfikir tentang dirinya ketika orang justru ramai-ramai mendiskreditkannya?
Mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia yang tidak sibuk dengan pujian dan hinaan karena di benaknya hanya ada pengabdian diri yang total?
Mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia bijak nan arif yang tidak pusing dengan segala label negatif yang dituduhkan atasnya?
Aku pun lalu berfikir, apakah orang-orang yang menghina dan membenci orang bersih yang setulus dan sesuci dia ini tidak akan terlempar ke tubir lembah kekwalatan dan kedurhakaan seperti "keyakinan kuno"  agama-agama suku di negeri ini sebelum agama-agama dari luar sana hadir di nusantara? 

"Tuan presiden" (izinkan aku menyapa bapak dengan sapaan "tuan presiden"), tolong ajarkan kepadaku rahasia di balik "keunikan" pribadimu yang penuh misteri itu.
Ajarkanlah kepadaku rahasia tersenyum penuh keramahan ketika difitnah dan dihina. Ajarkanlah rahasia mendoakan ketika dicacimaki.
Ajarkanlah kepadaku rahasia mengampuni ketika disakiti.
Ajarkanlah kepadaku rahasia mencintai ketika dibenci.
Ajarkanlah kepadaku rahasia memuji ketika dicela.
Ajarkanlah kepadaku rahasia memikirkan orang lain ketika orang lain sibuk memikirkan dirinya sendiri.
Ajarkanlah kepadaku mencipta hati dan budi yang suci walau diteriaki peka-i.
Ajarkanlah k epadaku bagaimana b erdoa siang dan malam untuk bangsa ini dan bagi mereka yang hendak menjadikannya negeri sapi perahan.
Ajarkanlah kepadaku untuk mengambil rupa rakyat biasa ketika jabatan penting berada di pundakku. Karena engkau yang walaupun orang nomor satu di negeri ini rela mengambil rupa dan hidup seperti kami rakyatmu. Duduk, makan,  dan tidur di bawah tenda darurat. Engkau sungguh-sungguh berhati mulia dalam kesahajaanmu. Engkau yang yang tidak pernah memikirkan kejahatan dan kehancuran bangsa ini sedetikpun dalam hidupmu.

Akupun ingin memiliki cinta yang membara untuk bangsa ini seperti cinta yang tuan presiden berikan untuk negeri ini.
Akupun ingin bekerja untuk anak-anak bangsa dalam tugasku yang penuh cinta kasih seperti tuan presiden bekerja dalam tugasmu yang penuh cinta kasih.
Akupun ingin tersenyum tanpa dendam kepada orang-orang yang mencacimaki diriku seperti tuan presiden tersenyum tanpa dendam kepada mereka yang membencimu.
Akupun ingin membawa dalam doa suciku nama-nama mereka yang membenciku di hadirat Allah yang mahabesar seperti tuan presiden menyebut nama-nama mereka yang tidak mengakui karya-karyamu.
Akupun ingin memikirkan orang lain ketika orang lain sibuk memikirkan dirinya sendiri seperti yang tuan presiden buat untuk negeri ini.
Akupun ingin hidup untuk memberi dan bukan untuk diberi seperti yang tuan presiden buat untuk negeri ini.

Tuan presiden, Bapak Jokowidodo, izinkan aku belajar kebajikan dan kebijaksanaan darimu walau sudah pasti engkau akan keberatan kusebut sebagai orang bijaksan nan arif.
Tetaplah memancarkan pesona kebajikan dan kebijaksanaanmu bagi negeri ini dan bagi dunia.
Biarkanlah doa-doa sucimu dan doa-doa rakyatmu yang setia menfuatkanmu selalu untuk tetap tersenyum bagi kaum sebangsamu sendiri yang mencacimu,  menghinamu,  menfitnahmu, dan merendahkanmu.
Biarkanlah kesahajaan dan kesederhanaanmu memancar dalam keagungan bangsa ini.
Biarkanlah kerendahan hatimu menyejukkan hati yang beku karena keserakahan harta dan kuasa.
Biarkanlah cinta abadimu untuk negeri ini terukir indah dalam karya-karyamu dari Sabang sampai Merauke.
Dan biarkanlah aku tetap berguru kebajikan dan kebijaksanaanmu, Karena engkau sungguh-sungguh seorang manusia yang penuh kebajikan dan kebijaksanaan titisan nusantara jaya. Bapak Jokowidodo, terima kasih telah "hadir" bagiku sebagai sosok teladan dalam kebijaksanaan dan guru dalam kehidupan bersama. Semoga umurmu panjang dan sehat selalu. Doaku menyertaimu selalu wahai presiden kami dan guru shopie-ku. *

Makale - Tana Toraja,  Medio Sept' 2018
R. D. Yans Sulo Paganna'.
(Penulis: Toraya Tondokku Nusantara Negeriku)

 https://nasihat.iniok.com/2021/02/kerendahan-hati-dan-tak-ada-yang-bisa.html

Email : fellyginting95@gmail.com

Name

Email *

Message *