Latest News

Showing posts with label Kebijaksanaan. Show all posts
Showing posts with label Kebijaksanaan. Show all posts

Sunday, November 7, 2021

Aneh Yaa, Ada Orang Tetap Merasa Benar Walau Pun Sejatinya Dia Bersalah, Mangapa Hal Ini Bisa Terjadi, Ikut Narasi Top Di Bawah Ini.

 
Gambar Ilustrasi saja
 *Aneh Yaa, Ada Orang Tetap Merasa Benar Walau Pun Sejatinya Dia* *Bersalah, Mangapa Hal Ini Bisa Terjadi, Ikut Narasi Top Di Bawah Ini.*
"*Untuk memiliki good judgment (penilaian yang jernih), khususnya untuk hal2 yang kontroversial, kita tidak terlalu membutuhkan kepintaran atau analisa yang canggih, tapi kita lebih membutuhkan kedewasaan psikologis dan pengelolaan emosi yang baik*", ujar *Julia Galef* yakin.

 Pada *tahun 1894*, sebuah surat yang telah disobek- sobek ditemukan di keranjang sampah oleh *staf dari seorang Jenderal Prancis*. Maka dilakukanlah investegasi besar2an untuk mengetahui siapa yang lewat bukti surat itu telah menjual rahasia militer Perancis ke pihak Jerman. Dan kecurigaan kebanyakan orang mengarah pada Letkol. Alfred Dreyfus.

*Dreyfus tidak punya track record yang tercela*, tidak juga punya motif untuk melakukan pengkhianatan. Cuman ada dua hal yang dapat membuat kecurigaan terhadap Dreyfus. Pertama, tulisannya mirip dengan surat yang ditemukan, dan yang Kedua lebih parah lagi, dia satu2nya pejabat militer yang beragama Yahudi. Waktu itu, Militer Perancis dikenal anti Yahudi.

*Lalu rumah Dreyfus digeledah, mereka tidak menemukan bukti* apa pun. Tapi ini pun malah dianggap sebagai "bukti" betapa liciknya Dreyfus. Tidak hanya berkhianat, dia juga dengan sengaja menghilangkan semua barang bukti. Lalu mereka memeriksa personal history-nya, bahkan menginterview guru sekolahnya. Ditemukan dia sangat cerdas, menguasai 4 bahasa, dan punya memori yg sangat tajam. Maka ini pun dianggap sebagai "bukti" bahwa Dreyfus punya motif dan skill untuk kerja pada agen intelijen asing. Bukankah memang agen intelijen harus punya 3 skill itu? Benarkan?

Maka *Dreyfus diajukan ke pengadilan militer*, dan dinyatakan bersalah. Di depan publik, lencananya dilucuti, kancing baju dicabut, pedang militernya dipatahkan. Peristiwa ini dikenang sebagai "Degradation of Dreyfus".

Saat diarak oleh massa yang menghujat dia, Dreyfus teriak : "*Saya bersumpah saya tidak bersalah*, saya masih layak untuk mengabdi pada negara, Hidup Perancis. Hidup Angkatan Darat". Tapi semua orang sudah tidak peduli dengan teriakannya, dan akhirnya dia divonis penjara seumur hidup di Devil's Island, pada tanggal 5 Januari 1895.

*Mengapa serombongan orang pintar dan berkuasa di Perancis waktu itu begitu yakin bahwa Dreyfus bersalah*? Dugaan bahwa Dreyfus memang sengaja dijebak, ternyata keliru. Para sejarawan meyakini bahwa Dreyfus tidak dijebak, dia hanya menjadi korban dari sebuah fenomena yang disebut "*MOTIVATED REASONING*". Yaitu sebuah penalaran yang nampak sangat logis dan rasional, padahal semua itu hanyalah upaya mencari *PEMBENARAN* atas suatu ide yang telah diyakini sebelumnya. Tujuannya adalah termotivasi untuk membela atau menyerang ide tertentu, bukan mencari *KEBENARAN* secara jernih, dari pihak mana pun kebenaran itu berasal.(_*teruskan baca artikel selengkapnya di bawah ini*_....👪👭👮👇)

https://www.iniok.com/2021/11/aneh-ya-ada-orang-tetap-merasa-benar.html
 Maka kalau orang sudah mengeras sikapnya untuk sangat pro atau anti partai politik tertentu, atau sudah terlanjur gandrung atau benci sama seseorang, maka orang itu akan cenderung mengalami "motivated reasoning" ini. Apa pun pendapat orang lain yang dianggap "musuh" akan nampak salah di pikiran "rasionalnya. Karena memang itulah hebatnya otak, selalu bisa menemukan alasan rasional kenapa mereka salah, dan saya benar. Orang akan bisa mencari 1000 bukti yang membenarkan sikap itu. Bahkan hal2 yang sifatnya netral tiba2 jadi nampak sebagai "bukti" dari kebenaran sikap ini.

Kalau hati sudah dikuasai oleh cinta atau benci, dan berketetapan, pokoknya saya pro ini, anti itu, kita akan cenderung meyakini kebenaran segala pendapat yang mendukung pendapat kita, dan mengabaiakan segala argumen yang berlawanan dengan keyakinan kita. Kita jadi kehilangan akal sehat yang adil dan proporsional dalam menyikapi segala hal. Para psikolog menyebut kesesatan pikir yang mewabah akhir2 ini sebagai : CONFIRMATION BIAS.

Fenomena confirmation bias dan motivated reasoning ini sudah sangat jamak ditemukan di sekitar kita, bahkan kadang kita pun ikut jadi pelaku utamanya. Karena hampir semua dari kita telah mengambil sikap untuk memilih partai tertentu, atau tokoh tertentu, atau agama/madzhab tertentu, bahkan mungkin hanya sekedar menjadi anggota fanatik supporter klub sepak bola tertentu. Semua ini telah menjadikan kita secara otomatis mudah sekali terjebak dalam dua kesesatan pikir di atas.

By the way, bagaimana dengan nasib Dreyfus? Adalah Colonel Georges Picquart, yang walaupun dia juga anti Yahudi, mulai berpikir, bagaimana jika memang Dreyfus tidak bersalah? bagaimana jika karena salah tangkap, penjahat sebenarnya masih berkeliaran dan terus membocorkan rahasia militer Perancis pada Jerman? Kebetulan dia menemukan ada pejabat militer lain yang tulisan tangannya lebih mirip dengan surat yang ditemukan, dibanding tulisan Dreyfus. Singkat cerita, atas perjuangan Colonel Picquard, Dreyfus baru dinyatakan tidak bersalah 11 TAHUN kemudian.

Yang paling menakutkan dari Motivated Reasoning & Confirmation Bias ini adalah, pelakunya seringkali tidak menyadari dan membela pendapatnya mati2an sambil menghujat pendapat lain yang berbeda, sehingga efeknya terjadi perang mulut, bahkan di beberapa negara, terjadi  genocida, dan perang saudara.

Maka bagaimana caranya agar kita bisa berpikir lebih adil dan jernih?
Bagaimana agar kita selamat dari  dua sesat pikir di atas? agar kita bisa membuat prediksi yang akurat, membuat keputusan yang tepat, atau sekedar membuat good judgement?

Menariknya, ini tidak berkaitan dengan seberapa pintar atau seberapa tinggi IQ kita atau gelar akademis kita.
Kata para ahli tentang "good judgment", ini justru berkaitan erat dengan bagaimana anda "merasa" (how you feel). Berikut beberapa Tips untuk memiliki "penilaian yang jernih" :

1.Jangan Terlalu emosional. Semakin kita emosional, semakin kita termotivasi untuk menyeleksi kebenaran. Semua argumen yang berlawanan akan cenderung kita abaikan. Sementara hoax-pun, asal cocok dengan selera kita, akan buru2 kita yakini kebenarannya.

2.Pertahankan rasa Ingin tahu (curiosity). Rasa penasaran ingin tahu ini akan membuat kita lebih ingin mengecek argumentasi dari dua kubu. Tidak cepat puas buru2 meyakini segala informasi yang masuk.

3.Milikilah hati dan pikiran yang terbuka (open-mind & open-heart). Dengan begitu kita akan cenderung mau mendengarkan dan berempati atas posisi masing2 dari dua kubu yang berseteru. Jangan menutup diri hanya mau menerima informasi dari pihak yang pro sama kita, dan langsung mencurigai, bahkan menolak berita dari semua yang kita anggap pro lawan kita.

4.Jadilah orang yang independen (grounded). Jangan mudah anut grubyuk...  ikut2an pendapat seseorang atau satu kelompok. Jangan letakkan harga diri kita berdasarkan omongan orang lain tentang kita. Silahkan pro ini atau anti itu. Tapi jangan overdosis, sampai menganggap segala hal yang dari pihak kita pasti benar dan segala hal yang dari pihak lawan pasti salah.

5.Milikilah kerendahan hati (humbleness) bahwa memang kita punya keyakinan tertentu tentang segala hal (politik, aliran pemikiran, dll) tapi dengarkan dengan empatik juga pendapat2 yang berlawanan dengan kita. Dan jika bukti2 menunjukkan kita memang salah, jangan sungkan2 untuk mengakui dan minta maaf.

Kesimpulannya, menurut Julia Galef, yg ceramahnya di TEDX mendasari tulisan ini:
 
Jadi apa yang paling kita inginkan?
Apakah membela mati2an pendapat subyektif kita?
Ataukah ingin melihat dunia dengan mata hati sejernih mungkin?Memilih yang benar itu benar dan semestinya melaksanakannya dalam kehidupan.

Source :ideas.ted com/why-you-think-youre-right-even-when-youre-wrong/amp/
NAUSKA  - Nasihat Usaha Dan Karya

Monday, April 5, 2021

5 Tutur Ke-Bijaksanaan

5 Tutur Ke-Bijaksanaan
(1) Jika Anda benar, maka Anda tidak perlu marah; dan jika Anda salah, maka Anda tidak layak marah

(2) Sabar dengan Keluarga, itu namanya Cinta. Sabar dengan Orang Lain, itu namanya Respect. Sabar dengan Diri Sendiri, itulah ketenangan.

(3) Jangan berpikir terlalu Keras mengenai masa lalu, hal itu membawa Air Mata. Jangan pula berpikir terlalu banyak mengenai masa depan, hal itu membawa kekuatiran dan Ketakutan. Hiduplah hari ini dgn senyuman, dg pikiran yg positif, dg hati yg percay,a maka kita akan Bahagia.

(4) Setiap Cobaan dalam hidup kita, bisa membuat kita lebih terpuruk atau lebih baik. Setiap masalah datang dapat membuat kita lebih berprestasi, atau hancur sama sekali. Pilihan ada di tangan kita, untuk menjadi seorang Pemenang….!!

(5) Temukan hati yang indah & tulus, bukan wajah yang Rupawan atau Menawan. Hal-hal yang Indah tidak Selalu Baik, namun…. 
Hal-hal yang Baik Selalu Indah…!!
Selamat pagi tetap semangat beraktifitas

Wednesday, March 31, 2021

Mari Berlatih Berpikir Dan Mencerna Setiap Informasi Yang Kita Masuk Kedalam Kehidupan Ini, Bagikan Kepada Saudara Dan Teman Yang Anda Cintai, Biar Mereka Faham Juga.

*Mari Berlatih Berpikir Dan Mencerna Setiap Informasi Yang Kita Masuk Kedalam Kehidupan Ini, Bagikan Kepada Saudara Dan Teman Yang Anda Cintai, Biar Mereka Faham Juga.
*4 Level Kesadaran*

*Lihat ilustrasi ini. Jika dapat memahami arti gambar ini selengkapnya kemungkinan sudah sampai di level kesadaran 4 (wisdom/kebijaksanaan).*

Tanpa bisa merangkai poin-poin pengetahuan/informasi orang sebenarnya tidak paham dan sadar tentang apa yang tengah terjadi. 

Jadi setiap orang harus mampu merangkai pengetahuan-pengetahuan untuk benar-benar paham sendiri. Orang yang selalu minta bukti berarti masih ada di *level 1.* Ia masih berkutat dengan polaritas benar-salah. 

*Level 2 Experience/Pengalaman*. Melalui pengalaman orang melihat dan mengalami rangkaian bagaimana satu pengetahuan terhubung dengan pengetahuan lainnya baik pengetahuan-pengetahuan itu dinilai salah atau benar. Pengalaman akan memverifikasi pemahaman atas rangkaian pengetahuan-pengetahuan itu. 

*Level 3 Creativity/Kreativitas. Orang yang kreatif* bukan hanya sekedar paham melainkan juga terampil menggunakan pengetahuan-pengetahuannya untuk mewujudkan imajinasinya menjadi realita.

*Level 4 Wisdom/Kebijaksanaan. Orang yang mencapai kebijaksanaan* memahami bahwa semua poin pengetahuan saling terhubung satu sama lain dan membentuk peristiwa-peristiwa. Setiap perilaku dapat diproyeksikan apa hasil akhirnya atau dengan kata lain apa yang akan terjadi (menguasai hukum tabur-tuai/karma). Oleh karena itu ia dapat memilih perbuatan apa dan jalur mana yang akan membawanya pada pengalaman yang terbaik bagi dirinya. 

*Oleh karena itu dikatakan tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini*. Setiap hal dan kejadian selalu terkait dengan kejadian-kejadian lainnya. Hanya orang yang mau berpikir dan mencerna setiap informasi yang saling terangkai satu sama lain itu yang dapat memilih jalur matrix kehidupannya sendiri dan hidup merdeka sejahtera bahagia dan disebut hidup dalam satu kesatuan kelimpahan Tuhan.

Friday, September 21, 2018

Petuah Ma Yun -Jack Ma- orang terkaya Tiongkok, pemilik situs belanja online Alibaba



Petuah Ma Yun ( Jack Ma ) orang terkaya Tiongkok, pemilik situs belanja online Alibaba.*_
Ada 11 Jenis Orang Yang Tidak Bisa Ditolong, 10 Jenis Orang Yang Bisa Diajak Kerjasama, 5 Jenis Orang Yang Tidak Bisa Dijadikan Rekan Usaha.
馬雲:11種人不能幫,10種人可合作,5種人不合夥

11 Jenis Orang Yang Tidak Bisa Ditolong :
11種人不能幫
1. Orang yg lupa budi.
1、忘恩的人;
2. Orang yg dalam usahanya mencari uang mengesampingkan Kebenaran dan Keadilan.
2、掙錢違背道義的人;
3. Orang yg demi keuntungan pribadi merugikan orang lain.
3、損人而利己之人;
4. Orang yg di depan penuh sopan santun di belakang bersiasat busuk.
4、表面一套背後玩陰之人;
5. Melihat keuntungan melupakan Kebenaran, orang yg tidak punya prinsip.
5、見利忘義,沒原則之人;
6. Tidak menjaga kepercayaan orang lain, saat memohon pertolongan memelas, saat memperoleh kekuasaan menjadi jahat.
6、不守信用,求救時可憐,得勢時可惡之人;
7. Orang yg tidak beres mengurus hal kecil tapi ingin menangani hal besar.
7、做不了小事,卻想幹大事的人;
8. Orang yg meletakkan harapan di pundak orang lain.
8、把希望寄託在別人身上的人;
9. Orang yg setelah dibantu tidak memegang janji.
9、幫過忙,不履約的人;
10. Orang yg mendapat kesempatan masih tetap mengeluh juga.
10、有機會還裝窮的人。
11. Hati yg tidak berterima kasih. Orang yg merasa semuanya sudah sepantasnya ia dapatkan.
11、沒有感恩之心.一切都感覺是理所應當的人

10 Jenis Orang Yang Paling Tepat Diajak Menjadi Rekanan
最適合做合夥人的10種人
1. Keduanya merupakan teman yg dapat diajak berdiskusi.
1、彼此是談得來的朋友。
2. Mempunyai pandangan tentang nilai kemanusiaan yg sama.
2、有共同的人生價值觀。
3. Keduanya dapat saling percaya dan memahami sepenuhnya.
3、彼此能充分了解信任。
4. Mudah berkomunikasi dan saling memahami saat bertemu masalah.
4、遇事彼此易溝通。
5. Keduanya saling memiliki semangat berkorban.
5、彼此有奉獻犧牲精神。
6. Keduanya memiliki rasa toleransi yg besar.
6、彼此寬容大度。
7. Mempunyai cita-cita yg saling berhubungan secara mendasar.
7、志趣要能基本相投。
8. Keduanya dapat secara pasti saling mendukung.
8、彼此能堅定支持對方。
9. Keduanya mempunyai latar belakang profesional yg pasti.
9、彼此有一定專業背景。
10. Mempunyai idealisme dan keyakinan yg sama.
10、有共同理想、信念。

Ada 5 Jenis Orang Yang Samasekali Tidak Boleh Diajak Kerjasama
*5種絕對不能合夥的人 *
1. Jangan bekerjasama dg orang yg ambisi pribadinya terlalu besar, karena mereka tidak mampu melihat pengorbanan orang lain, dan hanya peduli dg tujuan bagi diri sendiri.
1、不與私慾太重的人合作,因為他們看不見別人的付出,只在意自己的結果。
2. Jangan bekerjasama dg orang yg tidak punya misi hidup, karena mereka hanya menjadikan uang sebagai tujuan, yg penuh dg bau busuk keserakahan.
2、不與沒有使命感的人合作,因為他們只以賺錢為目的,充滿了銅嗅的貪婪。
3. Jangan bekerjasama dg orang yg tidak punya nurani, karena egois dan serakah, bersama dg mereka anda akan tidak bahagia.
3、不與沒有人情味的人合作,因為自私貪婪,在一起會不快樂。
4. Jangan bekerjasama dg orang yg negatif dan pesimis, karena mereka bisa menyedot kering semangat positifmu.
4、不與負面消極的人合作,因為他們會吸乾你的正能量。
5. Jangan bekerjasama dg orang yg tidak punya falsafah hidup, karena mereka tidak percaya dg mimpi mampu menghadapi tekanan dan godaan di depan mata.
5、不與沒有人生原則的人合作,因為他們不相信夢想抵擋不住眼前的壓力和誘惑。

Email : fellyginting95@gmail.com

Name

Email *

Message *