Latest News

Showing posts with label Budaya Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Budaya Nusantara. Show all posts

Tuesday, November 26, 2019

Budaya Adat Istiadat Yang Mempersatukan Perlu Dilestarikan Utk Selama-lamanya.


Sistem Kekerabatan Suku Karo

Berikut penjelasan singkat tentang Adat Karo terkait Istilah Merga Silima, Rakut Sitelu, Tutur Si Waluh dan Perkade-Kaden 12 Tambah 1.
Semoga dapat memberikan sedikit gambaran bagi orang Karo yang berada atau besar di perantauan, apalagi jika masuk kategori anak milenial.

Sebelum membahas ke empat hal di atas, harus diketahui terlebih dahulu bahwa Suku Karo menganut sistem Patrineal yang mengikuti garis keturanan Bapak.
Sehingga posisi seorang perempuan akan mengikuti suami atau Bapaknya jika belum/tidak memiliki suami.


Merga Si Lima

Di dalam masyarakat Karo, terdapat 5 Merga/Marga Besar yang disebut dengan “Merga Si Lima” yang menjadi identitas akan garis keturunan seseorang.
Masing-masing dari lima merga tersebut mempunyai Sub-Merga.

Merga Si Lima tersebut adalah :
1. Ginting
2. Karo-Karo
3. Tarigan
4. Sembiring
5. Perangin-Angin

Bagi orang Karo, Merga tersebut akan dituliskan di belakang namanya.
Namun beberapa menuliskan langsung Sub-Merganya, meski seharusnya yang ditulis adalah Merga Induknya, kemudian Sub-Merga akan disampaikan saat ditanya di dalam suatu perkenalan (Ertutur).


Rakut Si Telu

Rakut Si Telu ini merupakan konsep paling dasar atas hubungan kekerabatan dalam masyarkat Karo.
Menurut Nenek Moyang Suku Karo, pada darah seseorang yang lahir ke bumi terdapat darah Bapak yang disebut "Merga" dan darah Ibu yang disebut dengan "Bere".
Sehingga saat terlahir, hubungan pertama dari seseorang (selain hubungan dengan ortu) adalah hubungan terhadap keluarga dari Bapak dan juga dengan keluarga Ibu.

Sehingga untuk itu, diadop lah satu sistem berupa segitiga seimbang yang disebut dengan "Rakut Si Telu" untuk menentukan posisi seseorang terhadap keluarga Bapak dan keluarga Ibunya.
Dikatakan seimbang karena setiap orang akan pernah menempati ketiga posisi pada “segitiga” tersebut.

Tiga posisi itu adalah :

1. Sembuyak/Senina
Posisi seseorang terhadap keluarga dari Bapak dan sebaliknya.

2. Anak Beru
Posisi seseorang terhadap keluarga Ibu

3. Kalimbubu
Posisi keluarga Ibu terhadapnya.


Tutur Si Waluh

Sangat disadari bahwa pada darah Bapak terdapat campuran darah kedua orang tua dari Bapak, begitu juga dengan Ibu.
Sehingga dari sisi darah, dianggap bahwa pada darah seorang anak yg lahir terdapat juga darah "Ibu dari Bapak" yang disebut dengan "Binuang" dan juga darah "Ibu dari Ibu" yang disebut dengan "Kempu".
Sehingga dengan menarik sampai pada 2 generasi ke atas, pada darah seseorang yang terlahir sudah terdapat 4 unsur darah.

Tidak tau alasannya kenapa, Nenek Moyang Suku Karo merasa bahwa pada darah seseorang tidak hanya terdapat 4 unsur darah yang telah disebutkan namun juga mengandung unsur darah dari satu generasi lagi di atasnya.
Sehingga pada darah seseorang itu dianggap juga terdapat darah "Ibu dari Ibunya Bapak" yang disebut dengan "Kampah" dan juga darah "Ibu dari Ibunya Ibu" yg disebut dengan "Soler"

Pada titik itu, akhirnya diketahui terdapat 6 unsur darah di dalam diri seseorang yang mana dia punya hubungan kekerabatan dengan sumber darah itu.
Sehingga pada Rakut Si Telu, posisi seseorang hanya ada 3, namun setelah darah pihak Bapak dan pihak Ibu dirinci, maka diturunkan lah konsep Rakut Si Telu menjadi konsep "Tutur Si Waluh" yang mengklasifikasikan posisi lebih rinci.

Sehingga pada Tutur Si Waluh terdapat 8 posisi yaitu :

1. Sembuyak
Posisi seseorang terhadap keluarga Bapak atau penyumbang darah merga

2. Senina
Sama dengan sembuyak namun terdapat sedikit perbedaan

3. Anak Beru
Posisi seseorang terhadap Keluarga Ibu atau penyumbang darah bere.

4. Anak Beru Menteri
Posisi seseorang terhadap keluarga penyumbang darah kempu

5. Anak Beru Singkuri
Posisi seseorang terhadap keluarga penyumbang darah soler

6. Kalimbubu
Posisi keluarga penyumbang darah bere terhadapnya

7. Puang Kalimbubu
Posisi keluarga penyumbang darah kempu terhadapnya

8. Puang Ni Puang Kalimbubu
Posisi penyumbang darah soler terhadapnya.

Note :
♦ Kalimbubu adalah kebalikan dari Anak Beru
♦ Puang Kalimbubu adalah kebalikan dari Anak Beru Menteri
♦ Puang Ni Puang Kalimbubu adalah kebalikan dari Anak Beri Singikuri


Perkade-Kaden 12 + 1

Telah disampaikan di atas bahwa Konsep Rakut Si Telu dan Tutur Si Waluh merupakan konsep hubungan yang murni karena hubungan darah.
Namun disadari bahwa kelak di dalam kehidupan sosial, seseorang akan menjadi bagian keluarga orang lain dan/atau sebaliknya, tidak hanya karena hubungan darah tetapi juga karena adannya hubungan pernikahan dan bahkan ikatan batin.
Sehingga konsep "Tutur Si Waluh" diturunkan lagi menjadi konsep "Perkade-Kaden 12 Tambah 1" yang mengklasifikasikan hubungan kekerabatan dengan lebih rinci lagi.
Dari konsep ini dinyatakan bahwa ada 13 posisi seseorang atau 13 jalan seseorang untuk berkerabat dengan yang lain atau sebaliknya yaitu :

1. Sembuyak
2. Biak Senina
3. Senina Sipemeren
4. Senina Siparibanen
5. Senina Sepengalon
6. Senina Sendalanen
7. Kalimbubu
8. Puang Kalimbubu
9. Puang Ni Puang Kalimbubu
10. Anak Beru
11. Anak Beru Menteri
12. Anak Beru Singikuri
13. Teman Meriah (Sahabat Karib).


Tambahan

Mengacu pada 13 posisi atau bentuk kekerabatan tadi, Nenek Moyang Suku Karo pun membuat nama atau panggilan atas seseorang oleh yang lain dan sebaliknya.
Sehingga orang Karo tidak akan menyamaratakan semua orang paruh baya dengan panggilan Om atau Tante dan semua yang sudah uzur dengan panggilan Nenek atau Kakek.

Berikut adalah panggilan atas seseorang oleh yang lain dan sebaliknya di suku Karo yaitu :

1. Bulang/Laki - Nini/Nondong
2. Bapa - Nande
3. Mama - Mami
4. Bibi - Kila
5. Bibi - Bengkila
6. Sembuyak / Senina
7. Turang
8. Impal
9. Silih
10. Turang Impal
11. Eda
12. Turangku
13. Permen
14. Bere-Bere
15. Permain
16. Kela

Bujur & Mejuah-Juah

Sunday, July 14, 2019

Audrey Yu Jian Hui, arek suroboyo asli


Audrey Yu Jian Hui, arek suroboyo asli. Kecerdasan dan kepintarannya luar biasa. 

SD ditempuh 5 th, SMP ditempuh 1 th, SMA ditempuh 11 bln semuanya di Surabaya. Usia 13 thn dia mau msk Universitas di Indonesia tdk ada yg mau menerima. 

Akhirnya dia memutuskan kuliah di AS tepatnya di Virginia. S-1 dan S -2 ditempuh hanya 3 th. Dgn ijasah S-2 nya dia mau msk ke TNI, tdk bs diterima krn usianya krg dr 17 th. 

Dia punya 2 gelar sarjana, Fisika dan Bahasa. Dia aktif menulis buku tentang Indonesia dan jd best seller di seluruh Dunia. 

Bukunya yg terkenal adlh Indonesia Tanah Airku, Aku Cinta Indonesiaku. Krn gagal msk TNI dia memutuskan ambil S-3 di Paris jg ambil 2 bidang Fisika dan Bahasa. 
Lulus diusia krg dr 25 thn. 

Dia lgsg diterima kerja di Badan Antariksa Amerika (NASA) dgn gaji 200 jt/bln. 

Stlh ketemu Jokowi di KTT G-20 di Jepang kmrn, ditawari msk ke BPPT dan dgn antusias dia terima tanpa mikir brp gajinya. Dia hanya blg Indonesia Love You. Aku datang u/ mengabdi padamu 👏🏽👏🏽... 💐💐

Thursday, June 20, 2019

Gerakan Nasional Kembali Ke Busana Identitas Bangsa Nusantara

Gerakan Nasional Kembali Ke Busana Identitas Bangsa Nusantara

Gerakan Nasional Kembali Ke Busana Identitas Bangsa Nusantara

Email : fellyginting95@gmail.com

Name

Email *

Message *