Latest News

Showing posts with label Lawan Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Lawan Covid-19. Show all posts

Tuesday, March 16, 2021

Bagi Bp/Ibu Yang Sudah Vaksin Ke 1( Pertama) - Spy Tidak Banyak Aktifitasnya Yg Berat-Berat, Berdasarkan Testimoni 1) ,dan 2)

Testimoni 1
 *Bagi Bp/Ibu Yang Sudah Vaksin Ke 1( Pertama)*
-  *Spy Tidak Banyak Aktifitasnya Yg Berat-Berat.*
*Lbh banyak istirahat..dan jangan pergi kemana2 dulu..*
Krn kalau sudah vaksin justru lebih gampang terinfeksi virus..
Imunitas tubuh belum terbentuk sempurna..

*Ini ada bbrp lansia di Sby yg kena covid stlh di vaksin.  gak mau istirahat.. krn merasa sudah aman lalu keluyuran keluar..*

Ada bbrp lansia di Sby yg sudah vaksin kena covid..

*Antibodi terbentuk sempurna 2 minggu setelah vaksin ke 2..*

*Itu pesan dari seorang dokter ponakan teman q..minta tlng u disampaikan kpd teman2 semuamya..*
Fakta Vaksin Covid..!!!

Takut ada ledakan Covid Positif pasca Vaksin so tolong share....

*Buat membantu pengertian bersama, terlebih2 golongan lansia yg gak gitu ngerti.*

(Bagi yg sdh vaksin setelah 2 x suntik)

*Vaksin 1 : harus tunggu 21 - 28 hari untuk vaksin ke 2.* 

Kenapa ? Karena vaksin 1 harus bereaksi dulu dengan tubuh dan mulai membangun sistem kekebalan.

*Gak kayak sulap langsung criiinngggg...*

*Dalam masa ini kalau kita dekat2 org positif Covid? TETAP BERBAHAYA TERJANGKIT, kekebalan anti Covid nya belum siap*

(Setidaknya 21 hari kemudian)

*Vaksin ke 2: namanya tahap ke dua pembangunan sistem imunitas anti Covid dan sistem ini juga* perlu waktu utk tumbuh dan berkembang serta menjalin kekebalan dgn antigen yg di suntik di vaksin tahap 1, ini makan waktu kira-kira 14 - 21 hari baru jadi... 
Dan tubuh kita BARU ada imunitas covid aktif.

*Dalam masa sebelum 14 hari pasca suntikan ke 2, kalau kita dekat2 org positif Covid?* 
TETAP BERBAHAYA TERJANGKIT, kekebalan anti Covid belum siap

*Jadi itung2 dari vaksin 1 ke vaksin 2 sampai kekebalan terbangun itu harus menunggu sekitar 2 bulan  BARU 85% - 92% kebal Covid.*

*BUKAN 100% GA OTOMATIS JADI SUPERMAN*
*APALAGI ADA YG SUKA SALAHIN VAKSIN GA EFEKTIF*

*Jadi Vaksin itu istilah nya kayak bangun tembok melawan banjir, sepetak2 jadi nya bukan kayak sulap sihir langsung di suntik kebal.* 

Jd takut banyak yg kalap nih tambah meledak kasus Covid dan nanti percuma habis2in duit negara, sedangkan  banyak negara miskin yg gak mampu beli vaksin... 😭

*MARI JAGA BERSAMA dan Share bila kita berEmpati*
*Tak Lupa DOA dan Semoga Kita Tetap SEHAT*..πŸ™πŸ»

Testimoni 2

TAMBAHAN TESTIMONI SETELAH VAKSIN I (pertama)
Dapat dari group sebelah semoga bermanfaat

Anak buah konimex yg jadi Dirut Viva Cosmetic Surabaya (konimex punya saham), pak Susanto, setelah vaksin pergi  ke Bali mantu, setelah pesta, Charter pesawat ke Surabaya langsung masuk RS RKZ. 3 hari meninggal Covid.
Dr Cynthia pandangan di bawah ini benar yah Dr Cynthya :

Bagi bp/ibu yg udah vaksin ke 1/ pertama :
spy tidak banyak aktifitasnya yg berat2..
lbh bnyk istirahat..dan jangan pergi kemana2 dulu..
krn kl sudah vaksin justru lbh gampang terinfeksi virus..
imunitas tubuh belum terbentuk sempurna..
Ini ada bbrp lansia di Sby yg kena covid stlh di vaksin.  gak mau istirahat.. krn merasa sudah aman lalu keluyuran keluar..
Ada bbrp lansia di Sby yg sudah vaksin kena covid..

Antibodi terbentuk sempurna 2 minggu setelah vaksin ke 2..

Itu pesan dari seorang dokter ponakan teman q..minta tlng u disampaikan kpd teman2 semuamya..
Fakta Vaksin Covid..!!!

Takut ada ledakan Covid Positif pasca Vaksin so tolong share....

Buat membantu pengertian bersama, terlebih2 golongan lansia yg gak gitu ngerti.

(Bagi yg sdh vaksin setelah 2 x suntik)

Vaksin 1 : harus tunggu 21 - 28 hari untuk vaksin ke 2. 

Kenapa ? Karena vaksin 1 harus bereaksi dulu dengan tubuh dan mulai membangun sistem kekebalan.

*Gak kayak sulap langsung criiinngggg...*

Dalam masa ini kalau kita dekat2 org positif Covid? TETAP BERBAHAYA TERJANGKIT, kekebalan anti Covid nya belum siap

(Setidaknya 21 hari kemudian)

Vaksin ke 2: namanya tahap ke dua pembangunan sistem imunitas anti Covid dan sistem ini juga perlu waktu utk tumbuh dan berkembang serta menjalin kekebalan dgn antigen yg di suntik di vaksin tahap 1, ini makan waktu kira-kira 14 - 21 hari baru jadi... 
Dan tubuh kita BARU ada imunitas covid aktif.

Dalam masa sebelum 14 hari pasca suntikan ke 2, kalau kita dekat2 org positif Covid? 
TETAP BERBAHAYA TERJANGKIT, kekebalan anti Covid belum siap

Jadi itung2 dari vaksin 1 ke vaksin 2 sampai kekebalan terbangun itu harus menunggu sekitar 2 bulan  BARU 85% - 92% kebal Covid.

BUKAN 100% GA OTOMATIS JADI SUPERMAN
APALAGI ADA YG SUKA SALAHIN VAKSIN GA EFEKTIF

Jadi Vaksin itu istilah nya kayak bangun tembok melawan banjir, sepetak2 jadi nya bukan kayak sulap sihir langsung di suntik kebal. 

Jd takut banyak yg kalap nih tambah meledak kasus Covid dan nanti percuma habis2in duit negara, sedangkan  banyak negara miskin yg gak mampu beli vaksin... 😭

MARI JAGA BERSAMA dan Share bila kita berEmpati
.SALAM SEHAT..πŸ™πŸ»

Sambilan setelah Membaca Testimoni di  atas, dengarkan lagu ini  πŸ˜πŸ‘‡πŸ‘‡
*Catet: Semua lagu ini tidak ada intrupsi iklan.*
*Full Album the Best - Lagu Tembang Kenangan* 
*Lawas Nonstop*
*Selamat Terhibur Bersama:*



Thursday, March 4, 2021

Minum Kopi 3 x Sehari untuk menangkal Covid-19

*Minum Kopi 3 x Sehari untuk menangkal Covid-19*
*Dr. Li Wenliang, dokter pahlawan China yang dihukum karena mengatakan yang sebenarnya* tentang Virus Corona dan kemudian meninggal karena penyakit yang sama, telah mendokumentasikan file kasus untuk tujuan penelitian dan dalam file kasus tersebut mengusulkan penyembuhan yang secara signifikan akan mengurangi dampak COVID- 19 Virus pada tubuh manusia.

*Bahan kimia Methylxanthine, Theobromine dan Theophylline merangsang senyawa* yang dapat menangkal virus ini pada manusia dengan sistem kekebalan minimal rata-rata.

*Yang lebih mengejutkan adalah bahwa kata-kata rumit yang sangat sulit dipahami oleh orang-orang* di China ini sebenarnya disebut KOPI di India.

*YA, KOPI reguler memiliki semua bahan kimia ini di dalamnya.*

*Methylxanthine utama dalam COFFEE adalah kafein stimulan.*

*Methylxanthines lain yang ditemukan dalam KOPI adalah dua senyawa kimiawi* yang serupa, Theobromine dan Theophylline. 

*Tanaman KOPI menciptakan bahan kimia ini sebagai cara untuk menangkal serangga* dan hewan lainnya. 

*Siapa yang tahu bahwa semua solusi untuk virus ini adalah secangkir KOPI sederhana* dan itulah alasan mengapa begitu banyak pasien di China disembuhkan. 

*Staf rumah sakit di China sudah mulai menyajikan KOPI kepada pasien 3 kali sehari.*

*Dan efeknya akhirnya di Wuhan "Pusat Pandemi ini" telah diatasi dan penularan ke komunitas* hampir berhenti.

*Silahkan bagikan pesan ini kepada teman dan keluarga Anda untuk menyadarkan mereka* tentang berkah berupa KOPI di dapur Anda.

*4 Fakta Kopi Bisa Tingkatkan Imun untuk Cegah Virus Corona*
Mreizghi Alvio Linchia
Source :  Breaking News dari CNN

=========================================
Kamis, 26 Maret 2020 | 12:29 WIB
Stylo.ID - Kopi jadi minuman konsumsi favorit banyak orang termasuk di Indonesia.
Semakin dekat dengan anak muda, kini banyak kopi yang dijajakan dengan banyak campuran yang bikin rasanya semakin bervariasi.
Ternyata, konsumsi kopi bisa tingkatkan imun untuk cegah virus Corona, loh, Stylovers!

*Berikut 4 fakta kopi bisa tingkatkan imun untuk cegah virus Corona*, dilansir dari laman health.kompas.com.
#Mengandung Antioksidan

*Dari laman Copeman Health Care, minum kopi bisa meningkatkan imun dan daya tahan* tubuh karena mengandung antioksidan.

*Seorang ahli gizi bernama Ashley Reaver mengatakan, kandungan antioksidan dalam kopi juga dapat membantu memerangi inflamasi.*
#Anjuran Minum Kopi untuk Tingkatkan Imun

*Meski begitu, konsumsi kopi berlebihan juga tak baik untuk kesehatan.*

*Ashley Reaver menambahkan, konsumsi kopi yang dapat tingkatkan imun cukup secangkir* atau dua cangkir kopi per hari, dilansir laman theraflu.

*Kandungan antioksidan dalam kopi nggak hanya tingkatkan imun,* tapi juga bsia bantu cegah berbagai penyakit loh.

*Dari riset yang diterbitkan Pharmacology & Therapeutics di tahun 2006*, kopi dapat membantu mengurangi risiko jenis kanker tertentu, masalah kesehatan jantung, diabetes, osteoporosis dan penyakit neurologis.
#Kandungan Kafein Juga Bermanfaat

*Riset tersebut juga mengungkapkan, kafein dalam kopi dapat kopi dapat menekan produksi* sitokin pro-inflamasi yang memiliki manfaat antibodi sehingga berefek positif pada pasien dengan penyakit radang kronis seperti radang sendi atau psoriasis.

*Tentu saja nggak boleh berlebihan ya, Stylovers. Tetap pada takaran yang aman dan wajar.*

Penulis  : Ariska Puspita Anggraini
Editor    : ACH'IL-Collection 
Disadur : Achmad Kamil
https://stylo.grid id/read/142077938/4-fakta-kopi-bisa-tingkatkan-imun-untuk-cegah-virus-corona.
NASIHAT.IniOK.com 

Monday, March 1, 2021

APAKAH SETELAH VAKSINASI COVID 19 KITA LANGSUNG KEBAL TERHADAP PENULARANNYA..?

 
*APAKAH SETELAH VAKSINASI COVID 19 KITA* *LANGSUNG KEBAL TERHADAP PENULARANNYA..?*
dr.Tony Loman Sp.PK.
Habis di vaksin itu bukan langsung kebal lho.
Butuh waktu 4-8 minggu setelah suntikan pertama untuk timbulnya antibodi yang protective.
Kebetulan saya bekerja di laboratorium, saya bisa memeriksa antibodi spesifik yang timbul.
Hasil keluarga kami adalah sbb:

Antibodi Kuantitatif 
(Positif bila > 0,8 u/ml)
Saya = 0,4 u/ml (negatif)
(H1 + 18)
Anak ke 2 = 26,8 u/ml
(H2 + 8)
Menantu = 2.80 u/ml
(H2 + 5)
Anak ke1 = 59,04 u/ml
(H2 + 16)

H1 = suntikan pertama
H2 = suntikan kedua 
         (Berselang 2 minggu 
          dari H1).

Terlihat bahwa saya yang sudah 66 tahun, responsnya sudah lambat sekali. Semoga setelah suntikan ke 2, kekebalan saya akan timbul. (pada lansia selang dengan H1 adalah 4 minggu, beda dengan orang muda cuma 2 minggu).

Semoga bisa dipahami... saya saat ini belum kebal Covid. Jadi itu alasannya harus tetap mempertahankan 3M.
3M harus tetap dipertahankan hingga pandemi Covid 19 selesai , karena hingga saat ini belum diketahui berapa lama efektivitas dari vaksinasi Covid 19, perkiraan sementara ini adalah 4-8 bulan, masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut.

Apakah suatu saat kita memerlukan vaksinasi yang ke 3.. ?  Mungkin saja, tunggu perkembangan penelitian lebih lanjut. 

Bukti di lapangan ada beberapa teman saya yang tertular Covid 19 setelah vaksinasi H1.

Jangan cepat merasa aman segera setelah vaksinasi.. tetap waspada.

Untuk mengetahui apakah kita sudah kebal atau belum, harus periksa di laboratorium parameter:
Anti Sarscov2 - kuantitatif.
Saat pemeriksaan 4-8 minggu pasca H1 (setelah vaksinasi awal).
Berapa batas kadar protective antibodi tersebut.. ? Hingga saat inipun masih dalam penelitian, semoga cepat selesai, dan kita bisa mendapat nilai protective tersebut.

Wednesday, February 17, 2021

Catat ! Ini Aturan Pemberian Vaksin COVID-19 Pada Lansia

 
*Catat ! Ini Aturan Pemberian Vaksin COVID-19 Pada Lansia*
*Jakarta-Kelompok lansia atau orang yang berusia 60 tahun ke atas sebentar lagi akan divaksinasi* COVID-19. Program vaksinasi tahap kedua ini dilakukan seiring dengan hampir terlaksananya pemberian vaksin Corona kepada kelompok tenaga kesehatan.
Ada sekitar 21 juta orang lansia akan menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua yang rencananya akan dimulai akhir Februari 2021. Kelompok lansia dipilih sebagai prioritas vaksin karena mereka lebih rentan saat terinfeksi COVID-19.

*Tak sama seperti pemberian vaksin pada kelompok lain, usia lansia akan mendapatkan perlakuan* khusus. Salah satunya soal interval jarak pemberian dosis pertama dan kedua vaksin Corona, yakni 28 hari. Pada kelompok usia dewasa lainnya, interval pemberian adalah 14 hari.

*"Untuk tekanan darah dan suhu, sama dengan kategori lain, yaitu suhunya mesti 37,5* derajat Celcius ke bawah dan tekanan darahnya tidak boleh lebih dari 180/110 mmHg. Yang berbeda adalah yang berkaitan dengan kondisi fisik, ada tambahan pertanyaan pada tahapan wawancara terkait hal itu sebelum dilakukan penyuntikan kepada lansia. Ini wujud aspek kehati-hatian," ujar juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi.

*Ada beberapa pertanyaan lain yang akan diajukan untuk kelompok lansia sebelum terima vaksin,* yakni:

*1.Apakah mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?*

*2.Apakah sering merasa kelelahan?*

*3.Apakah memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit* (Hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)?

*4.Apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 -200 meter?*

*5.Apakah mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir?*

*"Jika ada tiga atau lebih yang dijawab 'iya' oleh calon penerima vaksin lansia, maka vaksin tidak* dapat diberikan. Demi lancarnya proses ini, kepada calon penerima vaksinasi diharapkan memberikan keterangan sesuai dengan kondisi sebenarnya," terang dr Nadia.

*"Itu juga agar bisa memberikan efek vaksin yang maksimal dan memperkecil risiko terjadinya* Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI yang serius," pungkasnya.


Source : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5375293/catat-ini-aturan-pemberian-vaksin-covid-19-pada-lansia

Lansia akan mendapatkan perlakuan khusus terkait vaksinasi COVID-19. Selain interval dosisnya lebih panjang, yakni 28 hari, skrining juga akan lebih ketat.
*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*




Tuesday, February 16, 2021

Ivermectin Obat Cacing Bagus untuk Melawan Covid-19 ?

*Ivermectin Obat Cacing Bagus untuk Melawan Covid-19 ?*
https://nasihat.iniok.com/2021/02/ivermectin-obat-cacing-bagus-untuk.html
*Sekitar seminggu yang lalu, seorang sahabat, dokter Sidharta Salim,* yang praktik di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta mengaku bahwa beliau sudah coba memberikan obat Ivermectin kepada beberapa pasien covid-19.

*Ternyata hasilnya lebih lekas sembuh*.

Hasil penelitian di Universitas Utah Amerika terhadap ribuan pasien menunjukkan hasil yang baik.

*Bahwa pasien covid-19 yang membutuhkan ventilator, diberikan Ivermectin menunjukkan* hasil yang menggembirakan.

*Angka kematian 7,3%.*

*Sedangkan apabila tidak diberikan Ivermectin angka kematian mencapai 21,3%.*

Sungguh hasil yang menggembirakan.

*Sementara, pemberian Ivermectin pada pasien covid-19 yang belum membutuhkan ventilator juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.*

Yakni angka kematian 1,4%.

Dan pasien covid-19 yang tidak diberikan Ivermectin angka kematian lebih tinggi, yaitu 8,5%.

dr. Sidharta Salim bilang bahwa Ivermectin lebih bagus daripada Remdesivir.

dr. Sidharta Salim menambahkan Ivermectin adalah obat cacing.

Beliau sudah coba berikan kepada pasien covid-19 gawat yang tidak mempan dengan obat-obat yang ada.

Ternyata hasilnya menggembirakan

*Harapan dr. Sidharta Salim adalah agar Kemenkes dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan* Covid-19 *segera melakukan action menggunakan Ivermectin sebagai obat untuk melawan covid-19.*

Ivermectin yang merupakan obat cacing memang termasuk sangat murah harganya.

*Berkisar Rp 30.000 - 50.000,- saja.*

*Namun, khasiatnya lebih baik dari obat-obat yang ada saat ini.*

Demikian disampaikan oleh dr. Sidharta Salim.

Semoga pengalaman dari dr. Sidhartha Salim ini awal yang baik dalam melawan pandemik covid-19.
https://nasihat.iniok.com/2021/02/ivermectin-obat-cacing-bagus-untuk.html
NB: Baca catatan penting tulisan merah di bawah juga yaaa.
NASIHAT.IniOK.com
==================
(_*Lanjtukan baca penelitian di bawah ini ...*_πŸ‘²πŸ‘³πŸ‘΄πŸ‘΅πŸ‘‡ )
sumber alodokter.com: Tepatkah Penggunaan Ivermectin sebagai Obat COVID-19?

Tepatkah Penggunaan Ivermectin sebagai Obat COVID-19?

Akhir-akhir ini, berita seputar ivermectin sebagai obat COVID-19 cukup ramai diperbincangkan. Beragam kontroversi pun bermunculan terkait efektivitas obat ini untuk mengobati COVID-19. Sebenarnya, apa itu ivermectin dan benarkah obat ini dapat mengobati COVID-19?

Ivermectin sudah digunakan sejak lama sebagai obat untuk membasmi infeksi cacing parasit pada tubuh manusia dan hewan. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi kutu dan tungau, misalnya pada penyakit kudis.

Tepatkah Penggunaan Ivermectin sebagai Obat COVID-19? - Alodokter



Beberapa waktu lalu, sebuah penelitian di Australia mengungkapkan bahwa ivermectin terlihat dapat menurunkan jumlah virus Corona secara signifikan pada sel yang terinfeksi virus tersebut. Ada juga riset yang menyebutkan bahwa ivermectin dapat mempercepat proses pemulihan pada pasien COVID-19 dengan gejala ringan.

Hasil penelitian tersebut disambut dengan antusias oleh beberapa pihak, karena obat ini mudah didapatkan dan harganya jauh lebih terjangkau bila dibandingkan dengan mengembangkan obat baru untuk COVID-19.

Sayangnya, data terkait efektivitas dan efek samping ivermectin sebagai obat untuk COVID-19 masih sangat terbatas dan masih perlu dikaji lebih lanjut. Hingga saat ini, obat ivermectin belum dianjurkan untuk dipakai sebagai pengobatan COVID-19.

Fakta Ivermectin sebagai Obat COVID-19 Ivermectin kerap digunakan sebagai obat cacing dan obat pembasmi kutu. Namun, beberapa penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa ivermectin juga memiliki efek antivirus terhadap beberapa jenis virus, seperti virus Zika, influenza, chikungunya, dan virus Dengue.

Sementara itu, ivermectin sebagai obat COVID-19 telah diteliti dalam studi kecil dan dikombinasikan dengan doxycycline untuk mengetahui pengaruhnya. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kedua obat ini bekerja lebih baik dalam mengurangi gejala dan mempercepat proses penyembuhan COVID-19.

Namun, berbagai institusi kesehatan, seperti FDA, WHO, dan Kementerian Kesehatan Indonesia, belum merekomendasikan penggunaan ivermectin sebagai obat untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Hal ini dikarenakan belum ada data dan uji klinis yang memadai terkait manfaat ivermectin sebagai obat COVID-19.

Ivermectin sebagai Obat COVID-19 Masih dalam Tahap Penelitian Meski ivermectin belum dapat digunakan sebagai obat COVID-19, FDA dan berbagai institusi di beberapa negara telah membentuk gugus tugas untuk meneliti potensi ivermectin sebagai obat COVID-19 dan efektivitasnya dalam mengobati penyakit COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Di Indonesia sendiri, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga menyebutkan bahwa klaim ivermectin sebagai obat COVID-19 tidaklah benar karena belum ditetapkan dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Jadi, Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi ivermectin sebagai obat COVID-19 tanpa petunjuk dari dokter.

Peringatan Penggunaan Ivermectin sebagai Obat COVID-19 Layaknya obat-obatan lain, ivermectin pun dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika digunakan secara tidak tepat atau dengan dosis yang tidak sesuai. Berikut ini adalah beberapa efek samping obat ivermectin yang bisa muncul:

Ruam kulit
Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare
Wajah bengkak
Pusing
Kejang
Penurunan tekanan darah
_*Data sejauh ini memang menunjukkan bahwa ivermectin berpotensi untuk digunakan sebagai obat COVID-19, tetapi temuan ini masih dalam tahap penelitian. Oleh karena itu, Anda tidak disarankan untuk membeli dan mengonsumsi ivermectin secara bebas tanpa adanya petunjuk khusus dari dokter.*_

Untuk menjaga Anda dan keluarga tetap sehat, tetap patuhi protokol kesehatan dan lakukan tindakan pencegahan COVID-19. Jika mengalami keluhan atau gejala COVID-19, seperti anosmia, demam, batuk, dan sesak napas, segera lakukan isolasi mandiri dan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian
sumber alodokter com

Monday, February 15, 2021

“VIRAL LOAD”. Penjelasan bagus....harap baca sampai akhir:

*Important Awareness Of “VIRAL LOAD”.* 
*Penjelasan bagus....harap baca sampai akhir:*
Banyak orang pikir yg penting immune system yg harus dijaga sudah cukup. Tapi mereka tidak ngerti ada yg namanya Viral Load. Jika kita pergi ke tempat2 yg viral load nya tinggi sebagus apapun daya tahan tubuh kita tidak akan sanggup untuk memerangi virus tsb.

Dr Nikolas Wanahita, MD, MHA, FACC, FSCAI Internist; General and Interventional Cardiologist, Mount Elizabeth Novena Hospital - Specialist Centre 38 Irrawaddy Road, #05-45, Singapore 329563

Informasi penjelasan ilmiah mengenai Pandemic COVID-19, by Dr. Nikolas Wanahita. Tidak terasa sudah 7 bulan sejak Pandemic Covid-19. Saya banyak menerima pertanyaan dari kolega, pasien, keluarga atau teman-teman mengenai virus ini. Saya akan membahas dan menjawab dengan point-point seperti dibawah ini.

Topik : Important Awareness Of "VIRAL LOAD".

A. Mengapa ada orang yang terinfeksi tapi tidak timbul gejala, tapi ada pasien sehat terjangkit virus kemudian meninggal dunia ?

Di dunia kedokteran ada yang disebut dengan "viral load". Viral load adalah jumlah kuantitatif partikel virus yang masuk ke sistem tubuh. Menurut penelitian ilmiah, viral load ini adalah "key factor/faktor penting" yang menentukan ringan atau beratnya infeksi dari Covid-19. Sebelum saya lanjutkan, saya ingin menegaskan bahwa tidak ada obat-obat yang bisa menyembuhkan VIRUS. Hanya immunitas badan yang bisa melawan dan memberantas virus dari sistem tubuh.

Golongan pasien dengan immunitas rendah adalah mereka dengan kondisi pre-morbid; contohnya penderita hipertensi/darah tinggi, diabetes, pasien yang sudah pernah transplantasi organ, penderita HIV/AIDS, lanjut usia, atau penyakit kronis lainnya.

B. Mengapa banyak penderita berusia muda dan sehat seperti dokter pertama di Wuhan akhirnya terkapar parah di ICU dan meninggal? Demikian juga banyak dokter-dokter muda di Italy, US, Indonesia yang meninggal. Immunitas mereka harusnya bagus.

Ini karena selain daripada immunitas, "faktor viral load" ini sangat penting dalam menentukan infeksi ringan atau berat.

Skenario A : Pak Fery dan Pak David bertemu di restaurant tanpa masker dan duduk berdekatan. Pak Fery ternyata mempunyai virus Covid-19, jumlah transmisi viral load yang masuk ke badan Pak David sangat tinggi.

Skenario B: Pak Fery dan Pak David bertemu di restaurant akan tetapi mereka menjaga jarak sedikitnya 1 meter, dan menggunakan masker. Dengan scenario sama dimana Pak Fery mempunyai virus di badan, viral load yang masuk ke badan Pak David jumlahnya jauh lebih sedikit. Maka dari itu, sangat penting untuk dokter, perawat, dan seluruh personel yang menangani virus Covid-19 untuk menggunakan APD lengkap mulai dari masker N95, goggle plastic, shield muka, dan baju. Semakin banyak penderita virus ini dimana jaraknya berdekatan, viral load akan semakin tinggi.

C. Jadi apakah berbeda apabila jumlah virus yang masuk banyak atau sedikit ?

Setelah virus masuk ke tubuh kita, virus akan mengambil alih fungsi sel tubuh kita untuk berkembang biak/replikasi. Tetapi immunitas badan kita akan mengenali virus asing di tubuh dan dengan cepat mengeluarkan "innate immune response/immunitas fase 1" ( Tubuh mengeluarkan protein2 seperti cytokine dan interferon untuk melawan virus asing. ). Saat ini terjadilah 'perang' antara immunitas tubuh kita dan virus. Seperti yang terjadi di pertempuran, siapa yg bisa mengumpulkan 'pasukan' secara cepat dan banyak akan menang.

Kalau viral load yang masuk jumlahnya sangat banyak, sistem immunitas kita akan menjadi "overwhelmed/kewalahan" karena virus sangat cepat berkembang. Jika ini terjadi, virus ini kemudian akan turun dari hidung dan tenggorokan kita untuk menyerang sel di paru-paru, dan kemudian menyebabkan infeksi paru-paru berat.

Lebih buruk lagi, kalau viral load ini sangat tinggi, sistem immunitas bukan hanya kalah tapi mereka akan berantakan dan memproduksi reaksi immunitas berlebihan. Ini disebut "cytokine storm" dimana immunitas badan berbalik menyerang badan, organ-organ, lalu terjadi shock dan kematian dapat terjadi cepat.

Jika viral load yang masuk ke badan berjumlah sedikit, maka kemungkinan untuk "menang perang" tinggi.

Dengan immunitas fase 1 mereka bisa mengontrol jumlah virus. Setelah itu badan kita belajar mengeluarkan "acquired immune response/immunitas fase 2" ( Tubuh mengeluarkan B-cell and T-cell ) yang spesifik untuk melawan virus. Sel2 tubuh yang dikeluarkan oleh immunitas fase 2 lebih kuat/efektif dibandingkan dengan immunitas fase 1.

Jika immunitas fase 2 sudah jadi di badan kita, secara theori tubuh kita sudah bisa melawan dan membunuh virus. Badan kita sudah "mengenal" virus ini, apabila virus ini masuk ke badan kedua kali, immunitas ini sudah siap tempur untuk melawan. Vaksin yang saat ini sedang diperkembangkan dan ditest untuk melawan Covid-19 mengandung immunitas fase 2.

Saya tekankan disini untuk jangan mencoba menginfeksikan diri' dengan virus Covid-19 karena ini sangat berbahaya.

Catatan terpenting dari penjelasan diatas :
1) Viral load, sangat menentukan pasien akan terinfeksi ringan atau sakit berat.
2) Tips untuk mengurangi Viral Load : Masker, Cuci tangan, dan Jaga jarak
3) Bahwa new normal adalah juga good normal.
4) Jaga Kesehatan dan Immunitas anda dengan hidup dispilin.

Semoga penjelasan diatas bisa membantu semua untuk lebih 'aware'. Terima kasih dan Sehat selalu.

Dr Nikolas Wanahita, MD,MHA,FACC,FSCAI Internist; General and Interventional Cardiologist Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapore
https://nasihat.iniok.com/2021/02/viral-load-penjelasan-bagusharap-baca.html
*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*




Saturday, February 13, 2021

[Art1]Sederet Efek Samping Vaksin Sinovac China untuk Lansia, [Art2] Berikut aturan-aturannya ]

*Sederet Efek Samping Vaksin Sinovac China untuk Lansia*
https://nasihat.iniok.com/2021/02/sederet-efek-samping-vaksin-sinovac.html
*Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin vaksin Sinovac* untuk disuntikkan kepada lansia atau lanjut usia. Penyuntikkan pun sudah mulai dilakukan pada awal Januari 2021. Namun, apakah ada efek samping vaksin Sinovac untuk lansia?

*Keputusan BPOM memberikan izin vaksin Sinovac kepada lansia* setelah melakukan pembahasan terintegrasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Komite Nasional Penilai Obat, Indonesia Technical Advisory Group of Immunisation, dan dokter-dokter spesialis alergi, imunologi, dan geriatri.

*Data-data tersebut didapatkan dari uji klinis di China dan Brazil* menggunakan Sinovac untuk lansia.

*Juru Bicara Vaksin Covid-19 untuk pemerintah RI Lucia Rizka Andalusia menjelaskan* uji klinis 1 dan 2 di China dilakukan penyuntikan kepada 400 orang lansia sebagai subyek dengan dua dosis vaksin berjarak 28 hari.

*Menurutnya uji klinis tersebut menunjukkan hasil yang baik dengan seroconversion rate setelah 28* hari pemberian dosis kedua mencapai 97,96%.

*"Keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik serta tidak ada efek samping serius derajat 3* yang dilaporkan karena pemberian vaksin ini," kata Lucia dalam konferensi pers minggu lalu dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (13/2/2021).

Sementara itu di Brasil pada hasil uji klinik fase 3 melibatkan subyek 600 orang lansia pada akhir Januari lalu. Hasilnya menunjukkan vaksin aman, tidak ada kematian dan efek samping serius untuk kelompok 60 tahun ke atas.

*"Dari studi klinik yang dilakukan efek samping yang umum terjadi berupa nyeri* pada tempat suntikan, mual, demam, bengkak dan kemerahan pada kulit dan rata-rata frekuensi efek samping tersebut tidak lebih dari 1,19 persen," jelasnya.

*Selain itu, BPOM juga mengeluarkan fact sheet untuk tenaga kesehatan sebagai acuan mereka* dan vaksinator saat melakukan screening sebelum vaksinasi. Menurutnya ini dilakukan karena lansia adalah populasi yang beresiko tinggi jadi pemberian vaksin perlu hati-hati.

*Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyambut baik kebijakan BPOM untuk mengizinkan vaksin* Sinovac untuk lansia. Namun, vaksinator disarankan untuk melakukan pengawasan ketat setelah vaksinasi dilakukan kepada lansia.

Wakil Ketua Umum IDI Slamet Budiarto menjelaskan keputusan BPOM untuk memberikan izin vaksinasi kepada lansia sudah berdasarkan uji klinis di Brazil.

"Jadi, kalau memang itu sudah aman untuk lansia. Karena banyak tenaga kesehatan yang sudah lansia* juga. Terutama dokter-dokter, perawat, apoteker, dan lain-lain," kata Slamet dalam program Profit CNBC Indonesia TV pekan lalu, dikutip Sabtu (13/2/2021).

*Menurut Slamet vaksin Sinovac yang dimiliki Indonesia, baik yang untuk usia 18-59 tahun* dan *untuk usia 60 tahun ke atas memiliki kandungan yang sama.*

Hanya saja, kata Slamet vaksinator perlu melakukan pengawasan ketat kepada para lansia ketika sudah divaksin, mengingat kekebalan mereka sudah tidak sebaik dengan kekebalan usia muda. Dan dikhawatirkan menimbulkan efek samping seperti alergi berat yang bisa menimbulkan shock.

"Takut terjadi efek samping vaksin, sehingga terjadi pemantauan yang ketat. Efek samping yang paling berbahaya adalah alergi, bisa menyebabkan shock anafilaksis, alergi berat. Itu paling berbahaya," jelas Slamet.

"Paling sering adalah ngantuk lemas, sakit kepala. Dan itu ringan," kata Slamet melanjutkan.

Kendati demikian, Slamet vaksinasi untuk lansia dipastikan tidak berbahaya. "Ya (tidak berbahaya untuk lansia) saya kira. Kesimpulan awal seperti itu, sambil dievaluasi," ujarnya

*Berikut sejumlah fakta mengenai vaksin Sinovac yang disuntikkan kepada Lansia:*

*1.Imunogenitas 97,96%*

Salah satu alasan BPOM memberikan izin disuntikkannya vaksin Sinovac ke lansia karena vaksin China ini mampu menekan dampak buruk virus kepada lansia. Hasil uji klinis menunjukkan imunogenitas Sinovac untuk lansia mencapai 97,96%.

"Setelah 28 hari pemberian dosis kedua, titer antibodi masih tinggi di 97,96%," jelas Kepala BPOM Penny K Lukito.

Pada uji klinis fase 1 dan 2 dilakukan China dengan subjek lansia sekitar 400 orang, diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 28 hari. Sisi keamanan dapat ditoleransi, tidak ditemukan efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan.

Sedangkan uji klinis fase 3 di Brasil melibatkan 600 subjek lansia usia 60 tahun ke atas menunjukkan vaksin aman, tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan.

*2.Efek Samping*

Dalam data interim uji klinis fase I dan II pada orang dewasa sehat berusia 60 tahun ke atas. Dalam laporan uji klinis yang diterbitkan di The Lancet, uji klinis I dan II yang dimulai sejak 22 Mei hingga 15 Juni 2020 itu melibatkan 422 orang tua berusia 60 tahun ke atas.

Hasilnya vaksin Sinovac aman dan stabil pada lansia. Meski efikasi vaksin disebut berkurang karena lansia punya sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah, vaksin ini tetap dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh.

Dikutip dari Global Times, efek samping vaksin Sinovac pada lansia disebut berkisar reaksi ringan hingga sedang. Paling sering dilaporkan adalah nyeri di tempat suntikan dan demam. Sebagian besar reaksi itu terjadi dalam tujuh hari setelah vaksinasi, dan peserta pulih dalam waktu 48 jam.

*3.Rentan waktu penyuntikan lebih lama*

Dalam petunjuk teknis vaksinasi oleh Kementerian Kesehatan, lansia masuk pada kelompok ketiga yang diberikan vaksin COVID-19 setelah tenaga kesehatan dan para petugas pelayanan publik.

Ada perbedaan penggunaan vaksin Corona Sinovac pada lansia dan usia lainnya. Pertama, pada usia 18 - 59 tahun, vaksin ini akan disuntikan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam dua dosis dengan selang waktu 14 hari untuk vaksinasi pada situasi masa emergensi pandemi COVID-19 sementara pada lansia usia di atas 60 tahun, vaksin diberikan dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari.

*Selain itu ada beberapa syarat khusus pemberian vaksinasi COVID-19 pada lansia*. Mereka yang *berusia lanjut harus melaporkan kepada petugas kesehatan bila mengalami tanda-tanda berikut:*

*-Sering merasa kelelahan*
*-Memiliki 4 dari 11 penyakit* (Hipertensi, diabetes, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal) 
*-Kesulitan naik 10 anak tangga* 
*-Kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter* 
*-Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun.*

Source: https://www.cnbcindonesia com/tech/20210213111322-37-223058/sederet-efek-samping-vaksin-sinovac-china-untuk-lansia/3
https://nasihat.iniok.com/2021/02/sederet-efek-samping-vaksin-sinovac.html
Lanjutkan Baca "Usia di Atas 60 Thn Boleh Divaksin Covid-19,ini aturannya 
πŸ‘‡πŸ‘‡ 
Usia di Atas 60 Tahun Boleh Divaksin Covid-19, Ini Aturannya
https://nasihat.iniok.com/2021/02/sederet-efek-samping-vaksin-sinovac.html
Pemerintah sudah mengatur pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat usia 60 tahun ke atas.

Keputusan ini setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaannya dan diatur dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor : HK.02.02/II/368/2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid Dan Penyintas Covid-19 Serta Sasaran Tunda.

SE tersebut ditujukan bagi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

"Kornite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional telah menyampaikan kajian bahwa vaksinasi COVID-19 dapat diberikan pada kelompok usia 60 tahun keatas, komorbid, penyintas COVID-19 dan Ibu menyusui dengan terlebih dahulu dilakukan anamnesa tambahan," sebut SE yang ditandatangani Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, Jumat (12/2/21).

Pelaksanaan pemberian vaksinasi mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19, yakni bagi kelompok Lansia Pemberian vaksinasi pada kelompok usia 60 tahun kea tas diberikan 2 (dua) dosis dengan interval pemberian 28 hari (0 dan 28).

Kelompok Komorbid.

"Sementara bagi komorbid dengan Hipertensi dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg, dan pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sebelum meja skrining," tulisnya lagi.

Kemudian bagi komorbid penderita diabetes tetap dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut. Sedangkan bagi penyintas kanker dapat tetap diberikan vaksin.

"Penyintas COVID-19 dapat divaksinasi jika sudah lebih dari 3 bulan dan Ibu menyusui dapat diberikan vaksinasi," tulis SE tersebut dalam poin 2d.

Para Kepala Dinas Kesehatan juga harus melakukan pengkinian aplikasi PCare dalam rangka fasilitasi pembaharuan skrining dan registrasi ulang pada sasaran tunda serta seluruh Pos Pelayanan Vaksinasi harus dilengkapi kit anafilaksis dan berada di bawah tanggungjawab Puskemas atau Rumah Sakit. (hoi/hoi) 
Source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210212182518-4-223007/usia-di-atas-60-tahun-boleh-divaksin-covid-19-ini-aturannya .
*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*

Sunday, February 7, 2021

Cara Melawan Covid Di Rumah


\CARA MELAWAN COVID DI RUMAH

Tidak ada yang pernah berbicara tentang cara melawan Covid di rumah. Saya desi  terjangkit Covid pada bulan November. Saya pergi ke rumah sakit, demam 103, detak jantung cepat, dan gejala umum lainnya yang datang dengan Covid. Selama saya di sana, mereka merawat saya karena demam tinggi, dehidrasi, dan pneumonia.

Dokter mengirim saya pulang untuk melawan Covid dengan dua resep - Azitromisin 250mg & Dexamethason 6mg.

Ketika perawat datang untuk membebaskan saya, saya bertanya padanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu melawan ini di rumah?"

Dia berkata, “Tidurlah tengkurap sepanjang waktu dengan Covid. Jika Anda tidak bisa tidur tengkurap karena masalah kesehatan, tidurlah miring.

Jangan berbaring telentang apa pun yang terjadi karena itu menghancurkan paru-paru Anda dan itu akan memungkinkan cairan masuk.

Atur jam Anda setiap dua jam saat tidur tengkurap, kemudian bangun dari tempat tidur dan berjalan selama 15-30 menit, tidak peduli seberapa lelah atau lemahnya Anda.

Juga gerakkan lengan Anda sesering mungkin, ini membantu membuka paru-paru Anda. Tarik napas melalui hidung, dan keluarkan melalui mulut. Ini akan membantu membangun paru-paru Anda, ditambah membantu menyingkirkan Pneumonia atau cairan lain yang mungkin Anda miliki.

Saat duduk di kursi malas, duduk tegak - jangan berbaring di kursi malas, sekali lagi ini akan menghancurkan paru-paru Anda. Saat menonton TV - bangun dan berjalanlah selama setiap iklan.

Makan setidaknya 1 - 2 telur sehari, ditambah pisang, alpukat dan asparagus yang baik untuk Kalium.

Minumlah Pedialyte, Gatorade Zero, Powerade Zero & Air dengan Elektrolit untuk mencegah Anda dari dehidrasi.

Jangan minum apapun yang dingin - minumlah pada suhu kamar atau hangatkan. Air dengan lemon, dan sedikit madu, teh peppermint, sari apel adalah saran yang baik untuk diminum.

Tidak ada produk susu 

Vitamin D3, C, B, Seng, Probiotik One-Day adalah ide yang bagus.

Tylenol untuk demam.

Mucinex, atau Mucinex DM untuk drainase, plus membantu batuk. Pepcid membantu mengatasi kram di kaki Anda.

Satu aspirin bayi setiap hari dapat membantu mencegah penggumpalan darah, yang dapat terjadi karena aktivitas yang rendah.

Minumlah smoothie blueberry, stroberi, pisang, madu, teh, dan satu atau dua sendok selai kacang.

Kami selalu mendengar bagaimana Covid merenggut nyawa, tetapi tidak banyak informasi di luar sana tentang cara melawan Covid. Saya harap ini membantu Anda atau seseorang yang Anda kenal, sama seperti itu telah membantu saya.
Harap salin dan tempel.

Disalin dan disharekan kembali dari murfati Lidianto.S.E 
Anggota dprd kota Bekasi

Thursday, February 4, 2021

BENTENGI TUBUH KITA DARI SERANGAN VIRUS CORONA( COVID) !!!



*BENTENGI TUBUH KITA DARI SERANGAN* 
*VIRUS CORONA( COVID) !!! *
*Saya akan memberikan ilustasi bagaimana supaya tubuh kita terhindar dari serangan virus* Corona yg mematikan.

*Apa yg harus kita lakukan bila ada serangan musuh dari luar? *
Seperti serangan musuh pada umumnya. Pasti sebelum saling berhadapan, yang diserang akan mempersiapkan Benteng Pertahanan supaya musuh tidak sampai menerobos ke dalam sebagai benteng pertahanan terakhir. 
Mereka akan membuat Benteng yang berlapis-lapis. 
Demikian juga dengan tubuh manusia yg saat ini sedang berusaha menahan serangan musuh dari luar supaya Virus Corona tidak sampai menyerang tubuh. 
Apa yang harus kita lakukan? 
Yang kita lakukan adalah membuat Benteng yg berlapis. Saat ini kita sudah mempunyai 3 lapis Benteng Pertahanan Tubuh.

*BENTENG PERTAMA yg terluar adalah Patuh pada prosedur kesehatan*  yg kita sebut 5 M yaitu: 
•Memakai Masker dgn benar.  •Mencuci tangan dgn sabun minimal 20 detik. Bila pada kondisi tidak tersedia sabun maka gunakan handsanitizer.  
•Menjaga Jarak.
•Membatasi mobolitas di luar rumah.
•Menjauhi kerumunan.

*BENTENG KE DUA :* 
VAKSINASI 

*BENTENG KE TIGA:*
Adalah Daya Tahan Tubuh kita.  

*Bila benteng pertama dilaksanakan* dgn baik & disiplin maka kekuatan Virus utk masuk ke dalam tubuh kita sangat jauh berkurang.  Penularan Covid dapat berkurang 75%. 

*Benteng ke dua VAKSIN *
Perlukah kita divaksin? 
SANGAT PERLU! 
Vaksin adalah Benteng Pertahanan ke Dua dari tubuh kita.  
Virus sebanyak 25% yg masih bisa menembus Benteng Pertahanan Pertama akan ditahan oleh Vaksin supaya virus Corona tidak sampai menyerang tubuh kita. Sehingga tubuh kita tetap aman. 

*Bagaimana dengan Benteng Ke Tiga? *
Benteng ke Tiga adalah Daya Tahan Tubuh kita sendiri yg kita sebut Imunitas Tubuh. 
Sejauh mana besarnya Imunitas tubuh seseorang untuk menahan Virus tsb kalau sdh menjangkau tubuh kita? 
Dengan banyaknya korban yg berjatuhan baik yg sakit ataupun yang meninggal maka dapat disimpulkan bahwa banyak dari kita tidak mempunyai Daya Tahan Tubuh yang prima.  

*Oleh sebab itu kuatkan Benteng Pertama kita dengan menjalankan Prosedur Kesehatan 5M!*
Sediakan diri kita untuk DIVAKSIN agar Benteng ke Dua kita kuat shg Virus tidak dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita. 

*Bagaimana supaya kita mempunyai Daya Tahan Tubuh tetap prima?* Lakukan cara HIDUP SEHAT!  Rajin berolah raga. Berteman dengan Matahari pada pagi hari atau sore hari. Istirahat yg cukup. Tidur yg cukup. Makan makanan yg bergizi. Bergizi tidak berarti yg mahal. Bekerja dengan hati yg riang & tulus. Hindarkan rasa benci, marah atau sakit hati. Sehingga Imunitas kita akan tetap tinggi.

*Masih perlukah kita menjalankan prokes 5 M setelah divaksin?* Tentu masih ! Karena vaksin sebagai Benteng ke dua tetap harus dijaga oleh benteng pertama termasuk benteng ke tiga. 
Masing2 benteng harus tetap kuat supaya musuh tidak menyerang tubuh manusia. 
Dengan demikian kita ikut menjaga keluarga kita, teman, warga seRT, seRW , seKelurahan, seKecamatan, seKabupaten sampai seKota. 
Akhirnya Virus Corona akan pergi dari kehidupan kita , hilang dari Negara kita Indonesia. 
Tenaga Kesehatanpun akan bisa beristirahat dari kelelahan mereka.
Jangan biarkan kita kehilangan Tenaga Kesehatan. 

*Mari kita jaga Benteng untuk tubuh kita* πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ. 
Berikan diri kita untuk divaksinasi😊

SALAM SEHAT
Dr. Kustiani Onie, SpAk

Saturday, January 30, 2021

Sinovac resmi menyatakan bahwa: vaksinnya aman untuk umur diatas 60th.

*Catat: Semua Video Disini Sudah Dibuat Anti Intrupsi Iklan.*
*Sinovac resmi menyatakan bahwa: vaksinnya aman untuk umur diatas 60th.*
*2000 an manula diatas 60th dilibatkan dalam uji klinis di Brazil dan Chile.* 

*Hasilnya AMAN & manjur (setara dengan Clinical Trial phase I & II)* di Turki & Brazil Sinovac sudah disuntikan ke manula umur 80 & 90 th, side effect berat termasuk kematian terkait Sinovac belum ada laporan, antibody tetap mampu dihasilkan pada manula umur diatas 60 bahkan 90. 

*Manula rentan Cobid-19 paling beresiko masuk Rumah sakit, sehingga sangat dianjurkan untuk* *mendapatkan vaksin.*

Untuk *manula* yang berada dalam pengobatan *Komorbid (Darah tinggi, Diabetes, Ginjal, Jantung* *etc), dibawah pengawasan dokter tetap dianjurkan di vaksin.* 

*Untuk anak dibawah 16 tahun & wanita hamil masih harus melalui scientific research: untuk kedua* kelompok ini, *Sinovac belum mengadakan research*, di Brazil akan diadakan 3 phase trial untuk subyek umur dibawah 16th & wanita hamil.
UNTUK LEBIH JELASNYA SELALU BERKORDINASI 
dengan 
*DEPKES RI*
*DAN TETAP IKUTI PROTOKOL KESEHATAN *
*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*



Wednesday, January 20, 2021

[DISINFORMASI] Siapa Tau Family,Teman,Atau Handaitaulan Ada Yang Membutuhkan Isolasi Mandiri, Sebarkan Sekarang Juga

MAAF BERITA KAMI TARIK KEMBALI !!!! Dari Admin:



*Siapa Tau Family,Teman,Atau Handaitaulan Ada  Yang Membutuhkan Isolasi Mandiri*, 
*Sebarkan Sekarang Juga*
*Ada 32 hotel di Jakarta untuk ISOLASI MANDIRI yang biayanya Ditanggung Pemerintah.*

*Jakarta Pusat*
(13 hotel) :
01. Max One Sabang
02. Losari Hotel
03. U Stay Mangga Besar
04. Oasis Amir Hotel
05. Trinti Hotel
06. Ibis Jakarta Senen
07. Ibis Jakarta Harmoni
08. Dafam Express Jaksa
09. Hotel Cipta Wahid Hasyim
10. OYO Townhouse 1 Salemba
11. OYO Townhouse 2 Gunung Sahari
12. Hotel Sriwijaya
13. Hotel Kalisma Syariah

*Jakarta Selatan* 
(5 hotel) :
01. Hotel Kurenta Kemang
02. GP Mega Kuningan
03. The Kuningan Suites
04. Win Hotel Panglima Polim
05. Ustay Hotel Asem Baris Jakarta

*Jakarta Timur* 
(3 hotel) :
01. Max One Pemuda
02. Balairung Hotel
03. OYO Senen Indah Syariah

*Jakarta Barat *
(5 hotel) :
01. Royal Palm Cengkareng
02. Nite and Day Jakarta Bandengan
03. Ibis Budget Jakarta Daan Mogot
04. Astika Hotel Mangga Besar
05. Mega Anggrek Hotel and Convention

*Jakarta Utara *
(6 hotel) :
01. Pop Hotel Kelapa Gading
02. Ibis Styles Jakarta Mangga Dua
03. Hotel BNP Kelapa Gading
04. Hotel Grand Asia
05. Neo Mangga Dua
06. Aston Kemayoran City
Source : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5188914/catat-ini-syarat-isolasi-mandiri-gratis-di-hotel
*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*




Monday, January 18, 2021

Thailand clears use of herbal medicine for Covid-19 treatment,( Sambiloto )

*Thailand clears use of herbal medicine for Covid-19 treatment*
https://nasihat.iniok.com/2021/01/thailand-clears-use-of-herbal-medicine.html
BANGKOK (BLOOMBERG) - Thailand's health ministry approved the use of a herbal plant extract to treat early stages of Covid-19 as a pilot programme amid a flare-up in the coronavirus outbreak in the South-east Asian nation. 

Andrographis paniculata, commonly known as green chiretta, will serve as an alternative treatment to reduce the severity of the outbreak and cut treatment costs, the ministry said in a statement on Wednesday (Dec 30).

The treatment will be available in five state-owned hospitals initially, it said.

Thailand reported 250 new cases on Wednesday, taking the nation's total to almost 7,000. A government official said the rate of increase in local transmissions was alarming and urged people to stay at home to prevent the virus from spreading further.

The government has also banned large gatherings in high-risk areas, said Dr Taweesilp Witsanuyotin, a spokesman for the national Covid-19 response centre.

The herbal treatment will be on a voluntary basis for those in the 18-60 age group with minor symptoms and should be conducted within 72 hours of confirmation of infection.

The extract from the plant, known as "fah talai jone" in Thai, can curb the virus and reduce severity of inflammation, the ministry said, citing studies.

Human trials showed that patient condition improved within three days of the treatment without side effects if the medicine is administered within 72 hours of testing positive.

Separately, Thai Food and Drug Administration said it is ready to register people to receive Covid-19 vaccines. The FDA has opened a special channel for the registration to ensure a speedy process.
Source: https://www.straitstimes com/asia/se-asia/thailand-clears-use-of-herbal-medicine-for-covid-19-treatment

*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*




"STOCK ANTIBODI" Dan Tetap WASPADA dan DOA agar terhindar dari covid-19

 

*"STOCK ANTIBODI"*
Tetap WASPADA dan DOA agar terhindar dari covid19 :
Inilah pakar yg benar Pakar, memberikan pencerahan dan harapan, tidak menakut- nakuti
sumber:
*DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati (Dekan FMIPA IPB dan Dosen Biokimia IPB)*
*Mhn di sosialisasikan :*

Banyak orang nggak sadar pentingnya "ANTIBODI" stoknya harus selalu ada. Orang lebih panik masker atau hand sanitizer hilang di pasaran. Harusnya kita lebih panik kalau "ANTIBODI" hilang di tubuh, karena virus tidak mungkin dihindari.

*Point penting dari diskusi:*

```1. Virus itu hanya bisa dikalahkan oleh "ANTIBODI"```
```2. "Antibodi" yg di dlm tubuh itu kyk pabrik, kadang banyak kadang sedikit.```
```3. Supaya produksi "anti bodi" banyak, sering konsumsi vitamin C dan E setiap hari serta berjemur Sinar Matahari Pagi.```
```4. Virus itu ngga mungkin dihindari, jadi pasti selalu ada, contohnya kalau bersin, bisa dipastikan ada virus disitu. Bersin indikasi tubuh menolak.```
```5. Kalau berhasil tembus ke hidung dekat tenggorokan, tubuh akan batuk, tanda menolak.```
```6. Kalau masih tembus juga, baru demam. Kalau masih tembus juga, barulah "antibodi" keluar dr pabrik utk melawan perang dgn virus.```
```7. Kelemahan virus itu sm sabun. Kalau ngga ada hands sanitizer, pake sabun apa saja bisa bahkan sabun cuci piring jg bisa. Dlm 3-5 menit, virus akan mati sama sabun.```
```8. Selama 14 hari "antibodi" kita akan merekam virus ini dan disimpan dlm *sel memori* di otak.```
```9. Jadi kalau kita sembuh dan suatu saat kena corona lagi, sel memori ini akan aktif dlm 24 jam (ngga perlu menunggu 14 hari lagi)

Jadi, mari kita lebih  fokus ke dalam tubuh dgn meyakinkan "STOCK ANTIBODI"  cukup alias 
vitamin C/E rutin dikonsumsi dan Berjemur Sinar Matahari yg paling mudah.

Catatan tambahan dari Redaksi:
*Sumber vitamin C dan E terdapat pada Buah2an, kacang2an dan sayur2an, antara lain:*
✔ Jeruk Manis/nipis
✔ Tomat
✔ Jambu Biji
✔ Kacang Tanah
✔ Kacang Hijau
✔ Bayam
✔ Pucuk Melinjo
✔ Pucuk Kates.
*Semoga bermanfaat Untk kita semua & masyrakat...*

Terus semangat berusaha melawan Virus Covid 19 & jangan lupa selalu berdoa kepada,ALLAH SWT, agar di beri kesehatan ,kekuatan,dan keselamatan kita sekeluarga , segenap bangsa indonesia.

*Silahkan di SHARE ke Grup saudara*, *teman, karib kerabat semoga BERMANFAAT* πŸ™πŸ™πŸ™
*Catat: Semua Video Disini Sudah Dibuat Anti Intrupsi Iklan.*
*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*

Ini dari teman
CARA MELAWAN COVID DI RUMAH

Tidak ada yang pernah berbicara tentang cara melawan Covid di rumah. Saya desi  terjangkit Covid pada bulan November. Saya pergi ke rumah sakit, demam 103, detak jantung cepat, dan gejala umum lainnya yang datang dengan Covid. Selama saya di sana, mereka merawat saya karena demam tinggi, dehidrasi, dan pneumonia.

Dokter mengirim saya pulang untuk melawan Covid dengan dua resep - Azitromisin 250mg & Dexamethason 6mg.

Ketika perawat datang untuk membebaskan saya, saya bertanya padanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu melawan ini di rumah?"

Dia berkata, “Tidurlah tengkurap sepanjang waktu dengan Covid. Jika Anda tidak bisa tidur tengkurap karena masalah kesehatan, tidurlah miring.

Jangan berbaring telentang apa pun yang terjadi karena itu menghancurkan paru-paru Anda dan itu akan memungkinkan cairan masuk.

Atur jam Anda setiap dua jam saat tidur tengkurap, kemudian bangun dari tempat tidur dan berjalan selama 15-30 menit, tidak peduli seberapa lelah atau lemahnya Anda.

Juga gerakkan lengan Anda sesering mungkin, ini membantu membuka paru-paru Anda. Tarik napas melalui hidung, dan keluarkan melalui mulut. Ini akan membantu membangun paru-paru Anda, ditambah membantu menyingkirkan Pneumonia atau cairan lain yang mungkin Anda miliki.

Saat duduk di kursi malas, duduk tegak - jangan berbaring di kursi malas, sekali lagi ini akan menghancurkan paru-paru Anda. Saat menonton TV - bangun dan berjalanlah selama setiap iklan.

Makan setidaknya 1 - 2 telur sehari, ditambah pisang, alpukat dan asparagus yang baik untuk Kalium.

Minumlah Pedialyte, Gatorade Zero, Powerade Zero & Air dengan Elektrolit untuk mencegah Anda dari dehidrasi.

Jangan minum apapun yang dingin - minumlah pada suhu kamar atau hangatkan. Air dengan lemon, dan sedikit madu, teh peppermint, sari apel adalah saran yang baik untuk diminum.

Tidak ada produk susu 

Vitamin D3, C, B, Seng, Probiotik One-Day adalah ide yang bagus.

Tylenol untuk demam.

Mucinex, atau Mucinex DM untuk drainase, plus membantu batuk. Pepcid membantu mengatasi kram di kaki Anda.

Satu aspirin bayi setiap hari dapat membantu mencegah penggumpalan darah, yang dapat terjadi karena aktivitas yang rendah.

Minumlah smoothie blueberry, stroberi, pisang, madu, teh, dan satu atau dua sendok selai kacang.

Kami selalu mendengar bagaimana Covid merenggut nyawa, tetapi tidak banyak informasi di luar sana tentang cara melawan Covid. Saya harap ini membantu Anda atau seseorang yang Anda kenal, sama seperti itu telah membantu saya.
Harap salin dan tempel.

Disalin dan disharekan kembali dari murfati Lidianto.S.E 
Anggota dprd kota Bekasi
*Catat: Semua Video Disini Sudah Dibuat Anti Intrupsi Iklan.*
*Kami Akan Selalu Menyampaikan Nasihat Terbaik Buat Anda Di Sini*

============================

"dr Siti Fadillah, dokter jantung dan mantan menteri kesehatan RI"

Menurut saya cara pengobatan Covid-19 di rumah dengan Isolasi Mandiri 

Pertama kita harus tahu bahwa batuk bukan penyakit utama, demam bukan penyakit utama, tapi itu hanya reaksi tubuh terhadap perlawanan infeksi atau lainnya, termasuk sakit tenggorokan.

Kalau kita beli obat flu, isinya adalah pereda nyeri tenggorokan, pereda batuk kering, pereda demam, ada pengencer dahak juga kadang kadang

Dari sini kita belajar, untuk penyembuhan flu diobati sesuai dengan gejala sakitnya apa.
Katakanlah Covid-19 gejala sakitnya adalah radang tenggorokan, batuk kering, demam, sesak nafas 

Maka pengobatan nya adalah :

1. Istirahat Total ( ini wajib apapun jenis sakit flu nya, karena virus dilawan oleh antibodi ). Benar-benar istirahat sampai fit, bukan sampai badan terasa enakan. Harus sampai fit, bisa 7 hari istirahatnya.

2. Suplai vitamin dengan dosis double, kalau saya biasanya kena flu minum Farmaton Vit 2x sehari, Ester C 1000 mg 2x sehari, Madu 5 sendok, Habbats Cair 5 kapsul, Zaitun 3 sendok.

3. Jika sesak nafas ( karena semua jenis flu yang menyerang manusia memang menyebabkan atau dibarengi sesak nafas, apalagi untuk orang yang punya asma seperti saya). Jadi tidak usah heran kalau Covid-19 katanya bikin sesak nafas, karena semua flu memang begitu.

Nah lanjut lagi, kalau sudah sesak nafas, pengobatan yang mujarab adalah dengan alat uap Nebulizer + obat Ventolin cair + cairan infus ( bisa dilakukan sendiri di rumah, sangat mudah dan tidak berbahaya ). Diuapi sehari 3x sampai hilang sesak nafasnya, biasanya 1-3 hari hilang sesaknya seiring dengan semakin membaiknya kondisi tubuh.

3. Jika batuk ada dahaknya, dengan diuapi ikutan sembuh batuknya, masalahnya dahak akan keluar banyak dan pasti membuat iritasi tenggorokan, sehingga membuat sakit tenggorokan.

4. Sakit tenggorokan diobati dengan Metyl Predynoasolon dan pereda nyeri nya Asam MaFenamat, biasanya 1 sampai 3x minum sudah sembuh.

5. Kalau demam tinggal panasnya diturunkan dengan Paracetamol ( perlu diingat demam di sini berhubungan dengan infeksi, biasanya infeksi di tenggorokan atau radang tenggorokan). Kalau tidak ada radang tenggorokan yang parah, biasanya tidak akan demam.

6. Hindari makan buah yang bergetah seperti melon, nanas, semangka. Makan buah Jeruk saja, jeruk itu bagus.

7. Selama pengobatan ini, istirahat total dengan mengisolasi diri. Tidak usah mikir kerjaan, tidak usah mikir lain-lain ( ini yang akan bantu buat percepat sembuhnya).

Coba dipelajari cara penyembuhan diatas esolasi di rumah saja. Apakah perlu kalian ke rumah sakit / klinik kalau cuma sakit flu ?

Tidak kasihan kah dengan para dokter, tenaga medis dan pasien sakit berat lainnya ?

Resep sederhana tanpa banyak teori, semoga bisa membantu...


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=151577800100017&id=100057433937943&sfnsn=wiwspwa


Sekilas info. Silahkan mana yg cocok utk pencegahan C19 scr mandiri πŸ™πŸ½
Kalau ada yg kena covid tdk  panik dan tdk harus ke RS kalau memang tdk terlalu parah sesak napas sampai perlu ICU dan ventilator, krn saat ini RS khusus covid semua penuh.

Bisa diobati sendiri, obat di RS untuk pasien covid seperti ini:
- Antibiotik: azitromycin atau zitrothromax 500 mg diminum 10 hari
- Antivirus: fluvir 75
- anti batuk dan kluarin dahak: fluimucil 200mg
- anti radang: dexamethasone 0,5
- turun panas: paracetamol, sanmol
- jgn panik, berdoa dan tetap bersyukur, semangat dan gembira, krn hati yg gembira adalah obat. Selalu percaya dan yakin akan sembuh πŸ˜…

Tetap hrs minum multi vitamin C D E Zinc dan usahakan berjemur matahari pagi hari setidaknya 15 menit.



Silahkan di share semua yg membutuhkan, semoga dapat membantu  dan cepat sembuhπŸ™

Email : fellyginting95@gmail.com

Name

Email *

Message *